HaKa News

Husnul Khotimah Gelar Tabligh Akbar & Santunan

May 13th, 2017 | by MediaHK
Husnul Khotimah Gelar Tabligh Akbar & Santunan
Berita HK
0

Dalam momen Ulang Tahun Yayasan Husnul Khotimah ke-23, Ponpes Husnul Khotimah Kuningan menyelenggarakan Dzikir dan Tabligh Akbar. Dilaksanakan di sekitaran masjid Al-Husna I (12/5), acara ini dihadiri oleh santri Husnul Khotimah Maniskidul dan Pancalang, civitas akademika, dan masyarakat sekitar. Diisi oleh K.H. Nonop Hanafi, da’i dari Ciamis yang memprakarsai Long March santri Ciamis pada aksi 212 pada 2 Desember tahun lalu.

Sejak pukul 06.00 pagi waktu setempat, para Jamaah sudah mulai berdatangan ke lokasi. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh santri dan dzikir bersama yang dipimpin oleh K. H. Mohammad Sabiqin, Lc., selaku Mudir Pondok Pesantren Husnul Khotimah Maniskidul. Momen ini juga disiarkan secara langsung menggunakan fasilitas Facebook Live dan Youtube Live.

Diselenggarakan oleh Divisi Humas dan Dakwah, dalam acara ini juga diadakan santunan kepada anak yatim yang terdiri dari santri dan masyarakat di desa penyangga. Hal ini dilakukan sebagai wujud bakti Yayasan Husnul Khotimah kepada masyarakat. Sebanyak 105 orang anak yatim dari desa Maniskidul, Sembawa, Sadamantra, dan Manislor, dan 46 orang santri yatim mendapatkan santunan sebagai salah satu rangkaian dari acara Milad HK yang ke-23. Secara simbolik, santunan diberikan oleh Ibu Hj. Nining Rimawati (Istri Alm. H. Sahal Suhana).

Dalam acara inti, K.H. Nonop menyatakan kebanggaannya untuk bisa hadir di Ponpes Husnul Khotimah. Ia menyatakan dalam ceramahnya bahwa santri harus memiliki blueprint agar masa depannya menjadi sempurna. Blueprint ini nantinya akan menghasilkan 4 produk santri.

“Empat produk Pondok Pesantren itu antara lain ilmuwan, professional, ulama, dan aghniya (pengusaha). Keempatnya bisa menjadi ladang untuk menjadikan Islam disegani oleh dunia,” terangnya.

Menurutnya, dalam mencapai 4 hal itu memerlukan keimanan yang kuat. Melalui penyampaian yang menarik, ia menyimpulkan hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai keimanan tersebut.

“Buah yang pertama adalah “Semangka”, yaitu semangat karena Allah. Berikutnya adalah “Sirsak”, yaitu silaturahmi sambungkan yang retak,” paparnya.

“Selanjutnya adalah “Apel”, ayo pelajari Al-Quran. Ketika dekat dengan Al-Quran berarti hati kita sedang bersih dan ketika jauh dari Al-Quran hati kita kotor. Terakhir adalah “Stroberi”, selalu terobsesi untuk memberi,” jelasnya diiringi senyuman dari hadirin.

Seraya menutup pembicaraan, KH. Nonop berharap agar Husnul Khotimah menjadi pesantren yang lebih baik seiring dengan pertambahan usianya. Berikutnya acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al-Hafidz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *