HaKa News

Profil Alumni: Ashif Aminulloh, Pemred Akyas Genererasi Kedua

August 11th, 2016 | by MediaHK
Profil Alumni: Ashif Aminulloh, Pemred Akyas Genererasi Kedua
Alumni Santri HK
0

Putra kelahiran Semarang ini dibesarkan dalam lingkungan pendidikan. Ayahnya seorang guru Kimia sebuah SMA negeri di Magelang, sementara ibunya guru matematika SMP di Magelang. Meski bekerja di sektor pendidikan umum, kedua orang tuanya meyakini bahwa pendidikan di SMP dan SMA di kota Magelang tidaklah cukup untuk menyongsong masa depan anak-anaknya. Untuk itulah kedua orang tuanya menyekolahkan Ashif dan juga adik-adiknya di sebuah pesantren, jauh dari kamung halaman saat itu, yaitu di Ponpes Husnul Khotimah.

Pendidikan pesantren telah memberikan berbagai bekal hidup yang sangat berharga. “Saya belajar kemandirian dan mengatur waktu (time management) dari ketatnya jadwal di asrama dan kelas. Saya belajar pentingnya menjaga kesehatan dari rutinitas lari pagi sepekan dua kali.” Paparnya mengenang masa-masa di pesantren. “Saya belajar ilmu logika bahasa, juga ilmu hukum (fiqih), sejarah Islam juga bahasa Inggris. Saya belajar organisasi dan membangun jaringan di OSHK. Berbagai ilmu dan pengalaman ini tidak akan saya dapatkan jika sekolah di SMP/SMA pada umumnya.” Lanjutnya kemudian.

Semasa di pesantren lelaki kelahiran 1988 ini merasakan iklim diskusi dan keterbukaan. Beliau pun mengakui “Saya mengenal buku “7 Habits of Highly Effective People” pertama kali dari seminar yang diadakan OSHK.” Berbagai buku managemen dan pengembangan diri juga jadi bacaan dan bahan diskusi bersama teman-teman di kamar saat itu.

Pengurus Akyas periode kedua ini awalnya melanjutkan studi di Teknik elektro UGM. Selepas dari UGM mencoba peluang S2 diluar negeri. Negara yang dituju adalah Taiwan, dimana industri elektronika, terutama teknologi integrated circuit (IC) berkembang sangat pesat. Informasi diperoleh dari Kakak angkatan UGM yang telah berada di Asia University Taiwan dan memberikan informasi tentang lowongan mahasiswa dengan beasiswa dari kampus tersebut.

“Saya pun mendaftar dengan mengirimkan berkas syarat secara online dan Alhamdulillah diterima. “ Ceritanya pada redaksi. Bidang yang ditekuni adalah teknologi semikonduktor, yaitu ilmu tentang komponen IC elektronika seperti transistor, kapasitor dan induktor. Selain kuliah di Asia University, juga berkesempatan magang di sebuah perusahaan IC Taiwan (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company).

Pengalaman yang berkesan selama diluar negeri “saya belajar lebih jauh lagi arti menjadi seorang muslim dan warga Indonesia.” Teman-temannya berasal dari berbagai Negara dan dengan berlatar belakang keyakinan, prinsip hidup dan agama yang berbeda-beda. Disanalah mulai mempelajari bagaimana menjadi muslim dan warga Negara Indonesia yang baik di tengah kondisi yang sangat heterogen.

Pengalaman yang paling berkesan adalah saat Ramadhan tahun 2012 dimana saat itu sedang magang musim panas (summer intern) di TSMC. Summer intern di TSMC adalah program global yang diikuti banyak mahasiswa dari berbagai universitas di dunia, seperti UCLA Amerika, NUS Singapura dan IIT India. “Disana saya mempelajari budaya kerja keras dan disiplin serta terjun langsung di penelitian tentang pembuatan kapasitor IC. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari masa magang tiga bulan di kota Hsinchu tersebut. Di waktu yang sama saya harus puasa Ramadhan dimana saat itu adalah musim panas yang waktu siang harinya lebih lama daripada malam.”

Alumnus Haka ini memang sudah aktif sejak masih di Haka. Tahun 2004 mendapat amanah sebagai ketua seksi intelektual OSHK. Salah satunya bertanggung jawab dalam penerbitan majalah Akyas tahun kedua. Selama satu tahun kepengurusan berhasil menerbitkan 3 edisi. Banyak pengalaman yang sangat terasa terutama dalam menghadapi deadline dan mengkoordinir kerja sebuah tim media.

Saat itu, OSHK belum memiliki perangkat komputer yang memungkinkan untuk menjalankan aplikasi Corel, sehingga harus pergi ke sebuah rental komputer di kota Kuningan untuk menyelesaikan desain majalah. Begadang berhari-hari untuk menyelesaikan majalah dan edisi kedua kami tercetak dengan jumlah yang melebihi target sehingga keuntungan dari penjualan majalah dapat digunakan untuk membiayai studi banding ke Majalah Annida dan Tarbawi di Jakarta.

“Saya merasa belum mencapai sesuatu yang dapat disebut sebagai ‘capaian terbesar dalam hidup’, karena menurut saya tantangan ke depan akan jauh lebih besar dan capaian yang diperoleh pun juga besar.” Terangnya ketika redaksi menanyakan capaian terbesar dalam hidupnya.

Peraih IPK 3,92 dengan predikat lulusan terbaik (Excellence Award) dari CSIE Department, Asia University, tempat kuliah S2, tidak melupakan alamamaternya dipesantren “Saya berterimakasih kepada seluruh asatidz atas dedikasinya sehingga saya mendapat akumulasi ilmu dan pengalaman yang sangat berharga dari pendidikan akademik di MTs dan MA Husnul Khotimah.”

Orientasi keilmiahan dan ketahanan fisik menurut Ashif sangatlah penting seimbang antara keduanya. Pengalamannya mengatakan ”Salah satunya adalah ketika saya memilih untuk tidak ikut tim inti kepanduan MA OSHK, dimana sebenarnya saya bisa memilih untuk ikut. Alasan saya saat itu adalah bahwa tim kepanduan bekerja di lapangan dan terlalu banyak latihan fisik, sementara saya ingin mengembangkan kapasitas keilmuan dan akademik saya. Saya menyadari saat ini bahwa keputusan itu adalah salah. Pendidikan kepanduan tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mengasah mental disiplin yang tinggi. Saya merasa perlu merevisi episode hidup tersebut dan berharap agar adik-adik angkatan tidak ragu untuk ikut kegiatan sejenis yang ada di HK saat ini.

“Salah satu hambatan terbesar adalah saat menghadapi kondisi beban kerja maupun tugas yang terlalu padat dan banyak, seperti saat saya magang di TSMC ataupun saat menjelang waktu ujian akhir S1 dan S2, maupun saat ini ketika saya bekerja di LIPI. Saya mengatasi hambatan tersebut dengan membuat prioritas, mana yang termasuk penting dan mendesak (dibuat tabel prioritas). Saya juga membiasakan diri membuat target pekanan dan jadwal harian, sehingga saya memahami apa yang akan saya kerjakan dan bagaimana pengaturan waktunya. Ketrampilan ini saya peroleh sejak saat saya menjalani pendidikan MTs di HK dan terus saya asah dan pertajam seiring bertambahnya pengalaman dan ilmu.” ungkapnya.

Biodata:

Nama lengkap:
Ashif Aminulloh Fathnan, M. Eng.

TTL:
Semarang, 3 Maret 1988

Pendidikan:
– SD Cacaban 4 Magelang
– MTs & MA Husnul Khotimah
– S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik UGM
– S2 Semiconductor Technology, Asia University Taiwan

Pengalaman Organisasi :
– Ketua Seksi Intelektual, OSHK 2004-2005
– Ketua Divisi Kajian BEM Teknik UGM, 2007
– Ketua Umum Kelompok Studi Telecommers, Teknik Elektro UGM, 2009
– Sekjen Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT), 2012

Pekerjaan :
– Network Engineer (Coop Program), PT. TELKOM, Div. Infratel Yogyakarta, 2009
– Integration Engineer (Summer intern), Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), 2012
– Peneliti, Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bandung, 2015

Hobi :
Membaca, Menulis, Futsal, Hiking

Moto Hidup :
Al waajibaat aktsaru minal auqaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

travel