HaKa News

Yuk, Bersiap Menghidupkan Ramadhan!

May 25th, 2016 | by MediaHK
Yuk, Bersiap Menghidupkan Ramadhan!
Berita HK
0

Oleh Imam Nur Suharno, M.Pd.I. *)

Setiap memasuki bulan Rajab dan Sya’ban umat Islam selalu berdoa, ”Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya’ban wa ballighnaa Ramadhaan.” (Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan).

Doa itu dipanjatkan sebagai spirit untuk menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti kehadirannya oleh umat Islam, dan dielukan oleh setiap perindu amal kebajikan di bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, agar kita dapat memaksimalkan (menghidupkan) Ramadhan dengan berbagai amalan kebajikan hendaknya kita mengetahui tahapan-tahapannya.

Sebelum Ramadhan

Menyambut Ramadhan dengan penuh suka-cita. Mengapa mesti bersuka-cita? Karena Ramadhan adalah bulan dilipatgandakan pahala (HR Muslim), disiapkan surga arrayyan bagi yang berpuasa (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i dan Tirmidzi).

Selama Ramadhan pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, dan tangan setan dibelenggu (HR Nasa’i), doa orang berpuasa dikabulkan (HR Ibnu Majah), diampuni dosa (HR Bukhari Muslim), dan terdapat lailatul qadar (QS al-Qadr [97]: 1-3).

Pada tahapan ini ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan. Seperti, memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, menelaah buku-buku terkait ibadah puasa, membersihkan dan menghias rumah seindah mungkin, dan melakukan kunjungan (silaturrahim) kepada keluarga, tetangga, teman, dan orang tua untuk saling memaafkan dan mendoakan.

Selama Ramadhan

Pada bulan Ramadhan Allah memanjakan hamba-hamba-Nya dengan berbagai amalan kebajikan yang balasannya dilipatgandakan (HR Muslim). Sungguh merugi orang yang bertemu Ramadhan tapi tidak mampu meraih apa-apa kecuali kehinaan (HR Tirmidzi dan Hakim).

Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menghidupkan Ramadhan. Pertama, makan sahur dan mengakhirkannya. Rasul SAW bersabda, ”Sahur, semuanya selalu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air putih. Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya memberi rahmat terhadap orang yang bersahur.” (HR Ahmad).

Kedua, mempercepat dalam berbuka. Rasul SAW bersabda, “Manusia akan selalu baik selama mereka cepat berbuka.” (HR Muttafaq alaih). Dalam berbuka Rasul selalu mengawali dengan makan kurma. Diriwayatkan oleh Anas, Beliau berbuka puasa dengan memakan beberapa buah kurma setengah matang (ruthab). Jika tidak ada, beliau memakan beberapa buah kurma masak (tamar). Jika tidak ada juga, dengan meneguk beberapa tegukan air sebelum beliau shalat Maghrib. (HR Imam Ahmad).

Ketiga, menjauhkan diri dari perkataan kotor. Sabda Nabi SAW, ”Puasa adalah perisai, jika seseorang sedang berpuasa maka janganlah berkata kotor dan berteriak. Jika ada orang yang menghinanya atau mengajak berkelahi, hendaklah ia berkata: ”Aku sedang berpuasa.” (Muttafaq alaih).

Keempat, tidak meninggalkan shalat malam. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW menyukai qiyamullail bulan Ramadhan, tetapi beliau tidak memerintahkan mereka (para sahabat) dengan keras, kemudian beliau bersabda, ”Barangsiapa qiyamullail di bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lewat akan diampuni.” (Muttafaq alaih).

Kelima, memperbanyak sedekah. Dari Abdullah bin Abbas berkata: ”Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan, yaitu ketika Jibril menemuinya. Jibril selalu menemuinya setiap malam bulan Ramadhan, lalu memantau bacaan Alquran beliau. Pada saat ditemui Jibril, Rasulullah SAW lebih dermawan dengan penuh kebaikan (lebih cepat) daripada angin yang ditiupkan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keenam, memperbanyak tilawah Alquran. Karena Ramadhan adalah bulan Alquran, bulan diturunkannya Alquran. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketujuh, memperbanyak doa, sebab doa orang yang sedang berpuasa tidak akan tertolak. Sabda Nabi SAW, ”Tiga golongan yang doanya tidak akan tertolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa, dan orang yang teraniaya.” (HR Tirmidzi).

Kedelapan, melaksanakan umrah (bagi yang mampu). Rasulullah SAW bersabda, ”Jika telah tiba bulan Ramadhan, berumrahlah kamu, karena sesungguhnya pahala umrah di bulan Ramadhan menyamai pahala haji.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Kesembilan, memburu lailatul qadar (QS al-Qadar [97]: 1-3). Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa yang shalat pada malam lailatul qadar, niscaya akan diampuni dosa-dosanya.” (Muttafaq alaih). Dan dianjurkan memburunya pada sepuluh malam terakhir (HR Abu Dawud).

Kesepuluh, iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW beriktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, sejak beliau tiba di Madinah sampai wafatnya (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, tidak seperti pada hari lainnya (HR Muslim).

Setelah Ramadhan

Pada intinya, setelah menunaikan ibadah Ramadhan seseorang akan menjadi lebih baik karakternya (bertakwa). Yaitu, beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki, beriman kepada Alquran dan kitab-kitab sebelumnya, dan beriman kepada hari akhir (QS al-Baqarah [2]: 3-4).

Menafkahkan hartanya di waktu lapang dan sempit, menahan amarah, memaafkan kesalahan orang lain, dan jika terlanjur berbuat keji atau menganiaya diri sendiri segera ingat kepada Allah (QS Ali Imran [3]: 134-135).

Maka, layak bagi orang yang bertakwa mendapat jaminan ampunan dan meraih surga (QS Ali Imran [3]: 146), diberikan jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup (QS at-Thalaq [65]: 2), jaminan rezeki dari arah yang tidak terduga (QS at-Thalaq [65]: 3), dan dihapuskan dosa-dosanya serta diberi pahala berlipat (QS at-Thalaq [65]: 5).

Semoga Allah membimbing kita agar dapat memanfaatkan Ramadhan dengan berbagai amal ibadah, sehingga keluar dari Ramadhan menjadi manusia baru. Walahu a’lam.

*) Penulis adalah pengajar di Ponpes Husnul Khotimah, Saat ini dimanahi sebagai Kadiv HRD dan Personalia Yayasan Husnul Khotimah Kuningan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

travel