HaKa News

Air di Sekitar Kita

August 16th, 2016 | by MediaHK
Air di Sekitar Kita
Hot News
0

Oleh: Mudiantoro, S.Hut.

Air dihadirkan oleh Allah dalam kehidupan manusia sebagai rezeki sebagaimana firman Allah :
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS al-Baqarah [2]:22).

Namun, air tidak sekadar rezeki, ia pun menjadi ayat kauniyah, tanda kebesaran-Nya, yang perlu dibaca agar kita merengkuh pesan moral seperti yang Allah firmankan : Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS adz-Dzariyat [51]: 20-21). Ada sejumlah pesan moral yang dapat dipelajari dari air.

Pertama, air itu menghidupi. Allah SWT berfirman, ” Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (QS al-Anbiya’ [21]: 30). Air menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah, bahkan mengalirkan oksigen dalam darah manusia. Di mana pun air berada, ia bermanfaat. Manusia pun selayaknya demikian. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain.” (HR Ahmad).

Kedua, ia bergerak tanpa henti. Karena jika ia diam, pasti kotor dan keruh. Imam Syafii berkata, “Saya lihat air yang diam menyebabkan kotor. Bila dia mengalir, ia menjadi bersih. Dan bila tidak mengalir, ia tidak akan jernih. Singa bila tidak meninggalkan sarangnya, dia tidak akan pernah memakan mangsanya. Dan anak panah bila tidak terlepas dari busurnya, tidak akan pernah mengenai sasarannya.”

Orang yang tidak memiliki aktivitas atau pekerjaan, pikiran dan hatinya kemungkinan besar akan keruh dan kotor. Akibatnya, mata dan hatinya melihat secara negatif segala sesuatunya (suuzhan).

Ketiga, Air tak pernah bisa dipecah, atau dihancurkan. Bahkan, ia akan menenggelamkan benda-benda keras yang menghantamnya dan menghanyutkan. Ia hanya akan pecah saat ia mengeras, membeku. Inilah karakter dasar air, yakni mencair, mudah meresap, menguap, dan kembali turun untuk menyejukkan.

Air berpasrah diri (Islam) secara total pada tatanan (kosmos) alam. Ia mengalir dari tempat tinggi ke arah yang lebih rendah. Ia menguap bila terkena panas, membeku jika tersentuh dingin, meresap di tanah, menguap ke awan, dan turun sebagai hujan. Ia kemudian menyatu di lautan raya, berpencar di sungai, kali, dan selokan.

Air mengikuti harmoni alam (sunatullah) yang digariskan Allah SWT. Harmoni alam itu tunduk dan patuh pada prinsip keseimbangan dan keadilan seperti yang Allah firmankan : Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS al-Rahman [55]:7-9). Jika kesimbangan dirusak maka air pun protes. Air berhak atas tempat resapan. Jika tidak ada tempat resapan, air akan terus mencari tempat yang paling rendah.

Jika tak ada yang tepat sebagai resapannya maka terjadilah banjir. Banjir merupakan bentuk protes air karena tempat resapan serta jalan kembali ke lautan raya, tergusur oleh kerakusan dan keserakahan tangan manusia. Allah berfirman : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS ar-Rum [30]: 41).

Sudahkah kita seperti air, yang berpasrah, tunduk, dan patuh secara total pada Allah SWT? Sudahkah kitItulah sebagian dari sumberdaya alam yang ada disekitar kita berupa Air. Alam sudah memberikan kepada kita yang terbaik, maka apa yang harus kita perbuat terhadapnya? Ya, menjaganya agar dapat lestari. Apa saja yang harus kita lestarikan? Yaitu:Lingkungan kita,diantaranya kita sebagai seorang muslim yang dijadikan kudwah oleh masyarakat harus menyadari bahwa dirinya dituntut memberikan contoh riil dalam perbuatannya :penghematan dalam penggunaan air, dan dalam berbagai hal.

Membekali diri kita dengan pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan air yang dianjurkan oleh Islam. Tidak boleh berlebihan dalam menggunakan air walaupun air dalam kondisi melimpah.Tidak merusak pepohonan yang berpotensi sebagai vegetasi tanah atau penutup tanah sehingga air hujan tidak langsung melimpas kesegala arah tanpa jatuh lebih dulu kededaunan, sehingga banyak menimbulkan banjir. Banyak hal tentunya mengenai konservasi air ini. Oleh karena itu kita harus banyak mentadaburi Alam yang ada di skitar kita.Ini semua menurut hemat saya harus dimulai dari masjid yang berwawasan lingkungan. Dan masjid merupakan tempat penggemblengan manusia agar tunduk dan patuh kepada sang pencipta alam semesta ini.

Dengan menjaga kelestarian air berarti sama halnya kita menjaga amanah Allah, yaitu menjadi pemakmur bumi ini,sesuai dengan tujuan Allah mencitakan kita didunia ini, dengan menjaga kelestarian air berati kita jadi orang yang amanah, dengan menjadi orang yang amanah berarti kita akan digolongkan ahli Jannah. Pertanyaannya :Sudahkah kita menjaga tatanan kehidupanini secara adil ? Marilah kita hidup ini belajar dari air! Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *