HaKa News

Dr. Ainur Rofiq, M.Ag : Husnul Khotimah Perlu Membuat Masterplan

May 20th, 2016 | by MediaHK
Dr. Ainur Rofiq, M.Ag : Husnul Khotimah Perlu Membuat Masterplan
Berita HK
0

Wawancara dengan Dr. Ainur Rofiq, M.Ag. Kasubdit Pendidikan Pesantren Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Usai mengisi seminar pendidikan dalam rangka Milad XXII Yayasan Husnul Khotimah pada hari Senin,(2/5/2016).

Bagaimana pendapat Bapak setelah berkunjung ke Pesantren Husnul Khotimah?

Saya mendengar Husnul Khotimah dari orang-orang luar. Mereka banyak komentar terkait dengan Husnul Khotimah. Bahkan teman saya Prof. Kartino, Dosen Universitas Cendrawasih, cerita kepada saya, bahwa ada teman dia yang menjadi Rektor di UNS, itu mereka menerima mahasiswa tanpa tes, anak-anak pesantren yang hafidz, setelah saya dapat info ternyata sebagian besar itu adalah dari Husnul Khotimah, maksudnya santri yang hafidz Quran kemudian diterima di UNS tanpa tes itu sebagian besar dari Husnul Khotimah. Ada juga yang cerita kepada saya dari Kanwil bahwa Husnul Khotimah ini prestasinya menonjol terutama dibidang sains.

Kemudian ini yang agak negatif, saya tidak tahu sumbernya dari mana tapi sudah sampai ke saya, katanya disini itu terkait isu-isu NKRI, isu kebangsaan itu katanya kurang kuat, makanya ketika saya datang ke sini, setelah saya juga bertemu dengan alumni di Husnul Khotimah, kebetulan saya kenal juga, nah informasi-informasi tadi harus saya dalami, tapi setelah Ustadz Sanwani pernah datang kepada saya justru malah berbeda, justru pesantren ini ingin mengNKRIkan pesantren-pesantren yang ada disekitar, nah inikan bertolakbelakang. Karena kebetulan saya diundang, hadir disini, saya melihat langsung, bahwa isu seperti itu tidak benar, Justru Husnul yang ingin mengNKRIkan.

Dalam seminar Bapak mengatakan model pesantren seperti Husnul sedang On ?

Ya benar, fenomena inikan luar biasa, SMA ada pesantrennya, MA ada pesantrennya. Tetapi sekarang ini bapak Kanwil tidak mau disebut MAN boarding, maunya itu disebut Pesantren. Karena itu harapan kita dengan adanya pemahaman bahwa santri itu adalah orang yang punya komitmen keislaman dan keindonesiaan dalam waktu yang bersamaan, itu menjadi bibit, menjadi pionir mewujudkan masyarakat yang diimpikan oleh semua manusia di dunia.

Mungkin ada masukan dari bapak untuk Pesantren Husnul Khotimah?

Husnul khotimah perlu membuat masterplan, karena pendekatan pesantren kebanyakan saat ini adalah membangun ini kemudian tempel membangun itu kemudian tempel lagi bangun ini, akhirnya antara bangunan yang satu dengan bangunan yang lain itu kalau mau kita connectkan itu agak kesulitan, tapi kalau kita sudah punya masterplain, misalnya ini yang untuk ini, yang ini untuk itu. Walaupun memerlukan anggaran yang besar, dan memang pesantren membutuhkan anggaran yang besar, dan menurut saya pesantren mahal itu tidak ada masalah. Ternyata orang Islam yang mampu membayar pesantren mahal juga banyak, ternyata banyak yang mau dan mampu membayar pesantren mahal, sebenarnya kita atau orangtua itu ingin anak yang beragama, yang pintar, yang berkarya ada, jadi dari segi hati ada, otak ada, prilaku ada, kesatuan dari 3 hal itu menjadi dambaan semua orang, dambaan setiap orangtua. Untuk menuju kepada masterplain tadi membutuhkan keistiqomahan dan kerjakeras kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

travel