Kapolres Kuningan Kunjungi Pontren Husnul Khotimah, Ajak Santri Bermimpi dan Berikhtiar Besar

Kapolres Kuningan Kunjungi Pontren Husnul Khotimah, Ajak Santri Bermimpi dan Berikhtiar Besar

KUNINGAN — Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., mengunjungi Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (24/9). Kehadiran orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resor Kuningan tersebut disambut meriah menjelang waktu Zuhur, dengan iringan genderang rebana, Pedang Pora, serta jajaran santri yang berdiri menyambut kedatangan Kapolres.

Kapolres Kuningan bersama jajaran diterima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah, KH. Mu’tamad, M.Pd. Al Hafidz, Ketua 1 Yayasan, H. Maman Kurman, S.H., Mudir Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H., Mudir Husnul Khotimah 2, KH. Fauzi M. Ali, serta para kepala divisi dan pengurus Yayasan Husnul Khotimah.

Usai prosesi penyambutan, Kapolres bersama jajaran pengurus dan santri menuju masjid untuk menunaikan salat Zuhur berjamaah. Selepas salat, Kapolres Kuningan kemudian berkesempatan menyampaikan materi dan berbagi pengalaman kepada para santri.

Mengawali penyampaiannya, AKBP Bellen mengaku memiliki kecintaan tersendiri terhadap pondok pesantren. Ia bahkan mengaku takjub ketika pertama kali memasuki lingkungan Husnul Khotimah.

“Pertama kali masuk ke sini, saya sempat kaget dan takjub. Luar biasa pesantren ini. Anak-anaknya terlihat cerah dan mukanya penuh harapan, muka-muka penerus generasi bangsa,” ungkapnya.

Memasuki bulan kedua bertugas sebagai Kapolres Kuningan, AKBP Bellen mengatakan suasana di Husnul Khotimah mengingatkannya kepada anak-anaknya yang kini juga tinggal di Kuningan. Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki atmosfer yang positif dalam membentuk generasi muda.

“Saya melihat atmosfer yang luar biasa. Ilmunya dapat dan suasananya sangat menyenangkan. Santrinya terpelajar, disiplin, dan alhamdulillah sehat-sehat semua,” tuturnya.

Kapolres yang sebelumnya pernah bertugas di sejumlah wilayah di Indonesia itu juga membuka wawasan santri mengenai peluang pengabdian melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia menyampaikan bahwa terdapat berbagai jalur rekrutmen yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda, termasuk lulusan pesantren dan penghafal Al-Qur’an.

“Insya Allah, jika diundang lagi, saya akan datang kembali membawa pasukan agar kalian tahu gambaran jika ingin menjadi anggota Polri atau masuk Akademi Kepolisian,” ujarnya.

Tantangan Generasi Muda di Era Digital

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bellen juga mengajak santri mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman dan tantangan global. Menurutnya, perkembangan internet dan media sosial telah membuat dunia semakin tanpa batas sehingga generasi muda harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi.

Ia menilai pendidikan pesantren dengan sistem asrama memiliki peran penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bersosialisasi.

Di tengah perubahan ekonomi global, ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan budaya saling peduli yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

Tak kalah penting, Kapolres mengingatkan agar lingkungan pesantren benar-benar dijaga dari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Jangan pernah ada praktik bullying di lingkungan pesantren. Selain itu, jauhi narkoba, judi online, dan seluruh hal yang diharamkan agama. Hal-hal tersebut hanya akan merusak masa depan kalian dan merusak generasi bangsa,” tegasnya.

“Bermimpi dan Berikhtiarlah yang Besar”

Di hadapan para santri, AKBP Bellen juga membagikan kisah perjalanan hidupnya. Ia mengaku bukan berasal dari keluarga berada maupun keluarga pejabat. Sang ibu bahkan telah meninggal dunia ketika dirinya masih berusia tiga tahun.

Keterbatasan tersebut, menurutnya, justru menjadi dorongan untuk terus belajar dan berusaha. Ia menceritakan pengalamannya berjalan kaki selama satu jam menuju toko buku karena tidak memiliki cukup uang untuk transportasi.

“Ketika orang lain bersantai, saya belajar dan mengasah diri. Belajar itu tidak ada habisnya. Kita belajar dari kesalahan dan pengalaman agar menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Bahkan di tengah kesibukannya sebagai Kapolres Kuningan, ia mengaku masih melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Trisakti.
“Bermimpi dan berikhtiarlah yang besar,” pesannya kepada para santri.

Menutup penyampaiannya, AKBP Bellen mengingatkan bahwa tingginya ilmu harus berjalan beriringan dengan adab dan integritas. Santri, menurutnya, tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu membaca perkembangan zaman dan bijak menggunakan media digital.

“Jadilah santri yang bukan hanya pintar mengaji, tetapi juga pintar membaca zaman; kuat imannya, luas ilmunya, baik akhlaknya, cerdas bermedia digital, dan berani menjaga kebenaran,” pesannya.

Ia berharap generasi santri Husnul Khotimah kelak menjadi bagian dari generasi yang membawa kemajuan bagi Indonesia. “Indonesia masa depan membutuhkan generasi hebat yang berakhlakul karimah dan dapat dipercaya. Saya melihat calon-calon pimpinan bangsa itu ada di Pondok Pesantren Husnul Khotimah ini,” pungkasnya.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp