
Santri Kelas 9 MTs HK2 Ikuti Sosialisasi Pelanjutan Studi, Kenalkan Program MA HK 1
Bimbingan dan Konseling (BK) MTs Husnul Khotimah 2 (HK2) Kuningan menggelar sosialisasi pelanjutan studi bagi santri kelas 9 pada Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung di Aula Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan. Sosialisasi bertujuan memberi informasi dan pemahaman kepada santri mengenai rencana dan pilihan pendidikan setelah lulus dari MTs HK2.
Bagi santri kelas 9, masa menjelang kelulusan sering kali diwarnai pertanyaan besar: setelah ini akan melanjutkan ke mana? Pertanyaan itulah yang coba dijawab melalui kegiatan ini. Program sosialisasi diinisiasi oleh BK MTs HK2 sebagai bagian dari pendampingan kepada santri yang sebentar lagi menyelesaikan jenjang madrasah tsanawiyah.
Selain santri kelas 9 sebagai peserta utama, kegiatan ini dihadiri oleh pihak BK, Kepala TTQ, para asatidz, dan jajaran terkait lainnya. Kehadiran para pendidik dan pengelola pesantren tersebut menunjukkan bahwa persiapan pelanjutan studi santri menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab satu bagian saja. Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan program Madrasah Aliyah Husnul Khotimah (MA HK).
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyampaian informasi seputar pelanjutan studi. Melalui pola ini, santri memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai program yang tersedia di jenjang berikutnya. Gambaran tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan yang matang bagi santri dan menjadi bekal dalam mempersiapkan pendidikan lanjutan sejak dini.
Dalam sambutannya, KH. Fauzi menjelaskan bahwa sosialisasi ini dimaksudkan agar santri mengenal program-program yang ada di MA HK 1. Dengan mengenal program sejak awal, santri diharapkan tidak sekadar melanjutkan sekolah, tetapi memahami arah pendidikan yang akan mereka tempuh serta program apa saja yang tersedia untuk menunjang minat dan kemampuan mereka.
Beliau juga menyinggung target capaian yang ingin diraih. Jika pada tahun lalu angkanya berada di kisaran 80%, tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 83%. Target tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan kepada santri.
Sementara itu, Ust. Ayip berpesan agar santri tidak menentukan masa depan hanya karena ikut-ikutan atau fear of missing out (FOMO). Menurutnya, mempersiapkan masa depan adalah hal yang sangat penting dan perlu dilakukan dengan pertimbangan yang matang, bukan karena dorongan teman atau tren sesaat.
Ia juga berharap program sosialisasi ini dapat menjawab berbagai kekhawatiran santri setelah lulus dari MTs. Kekhawatiran soal ke mana akan melanjutkan dan bagaimana mempersiapkannya, menurut beliau, perlu dijawab dengan informasi yang tepat agar santri dapat melangkah dengan lebih tenang dan percaya diri.
Kegiatan ini menunjukkan peran BK yang tidak hanya mendampingi santri dalam persoalan akademik dan pribadi, tetapi juga membantu mereka mengenali pilihan pendidikan lanjutan. Dengan pendampingan yang terarah, santri diharapkan lebih siap mengambil keputusan atas dasar pemahaman, bukan sekadar dorongan lingkungan.
Melalui sosialisasi ini, santri kelas 9 MTs HK2 diharapkan memperoleh informasi yang cukup tentang berbagai alternatif pelanjutan studi. Dengan begitu, mereka dapat mempersiapkan diri sejak dini, menentukan pilihan pendidikan secara terarah, dan melangkah ke jenjang berikutnya dengan mantap.

