FASTER 8 HK2: Menyiapkan Generasi Sholeh dan Terampil Menuju Indonesia Emas 2045

FASTER 8 HK2: Menyiapkan Generasi Sholeh dan Terampil Menuju Indonesia Emas 2045

KUNINGAN — Mimpi besar tentang Indonesia Emas 2045 tidak cukup dibangun dengan wacana. Di baliknya dibutuhkan generasi muda yang memiliki keimanan kuat, ilmu yang tinggi, keterampilan, kepemimpinan, serta akhlak yang baik.

Semangat itulah yang menjadi salah satu gagasan utama penyelenggaraan Festival Anak Soleh dan Terampil (FASTER) 8 Tahun 2026 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan.

Mengusung semangat menyiapkan generasi yang saleh sekaligus terampil, FASTER 8 menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan, keberanian, kreativitas, sportivitas, sekaligus membangun karakter.

Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 ini diikuti sejumlah siswa-siswi SD/MI se-wilayah Ciayumajakuning, meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Ketua Panitia Pelaksana FASTER 8, Putra Dwi Nugraha, mengatakan Indonesia Emas 2045 merupakan mimpi besar yang perlu dipersiapkan sejak sekarang. Menurutnya, FASTER menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita tersebut melalui pembinaan generasi muda.

“Acara FASTER adalah solusi menuju Indonesia Emas, menyiapkan anak soleh yang terampil untuk menyongsong masa depan. Acara yang kami buat, harapannya membawa perubahan untuk anak bangsa,” kata Putra.

FASTER 8 menghadirkan beragam kompetisi yang memadukan aspek keislaman, akademik, seni, kreativitas, dan keterampilan. Pada rangkaian hari pertama, peserta mengikuti sejumlah cabang lomba, antara lain Story Telling, LCC PAI, Poster Islami, Panahan, Hadroh, MHQ, Puisi Islami, LCC MIPA, dan Adzan.

Peradaban Ditentukan Generasi Muda

Ketua Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd. Al Hafizh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FASTER 8.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi titik awal lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan.

Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar dalam peradaban banyak digerakkan oleh anak-anak muda.

Ia mencontohkan Usamah bin Zaid RA yang pada usia muda dipercaya menjadi panglima, serta Muhammad Al-Fatih yang berhasil memimpin penaklukan Konstantinopel. Ia juga menyebut sosok Zulkarnain sebagai gambaran kepemimpinan pada usia muda.

“Peradaban dibangun, diciptakan, digerakkan oleh anak muda,” pesan KH. Mu’tamad.

Karena itu, ia menekankan tiga bekal utama yang harus dimiliki generasi muda, yakni keimanan yang kuat, keilmuan yang tinggi, dan akhlak yang baik.

Ia berharap generasi muda yang sedang dipersiapkan hari ini kelak mampu mengambil peran dalam kepemimpinan bangsa dan membawa Indonesia menjadi negeri yang baik dan penuh keberkahan.

Kemenag: FASTER Menjadi Jembatan Mengukur Kompetensi

Dukungan terhadap FASTER 8 juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan FASTER dan menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk melihat sejauh mana kompetensi yang dimiliki anak-anak.

“Mudah-mudahan FASTER menjadi wasilah menjadikan anak-anak sholeh dan terampil,” ungkapnya.

Menurut Saepulloh, pendidikan memiliki kekuatan besar dalam mengubah paradigma dan pola pikir seseorang. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu meneruskan perjuangan bangsa.

Ia juga menegaskan dukungan Kementerian Agama terhadap proses pendidikan di Husnul Khotimah.

“Lulusan HK tidak hanya kokoh soal agama, tapi menjadi insan berkualitas. Kemenag akan selalu hadir dan memberi support,” katanya.

Kadisdik: Kalian Disiapkan Menerima Estafet Kepemimpinan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., hadir mewakili Bupati Kuningan.

Ia memberikan apresiasi kepada Husnul Khotimah 2 yang dinilainya memiliki konsistensi dan komitmen dalam membangun generasi yang visioner dan berkarakter.

Menurutnya, tujuan besar membutuhkan strategi yang jelas. Dalam konteks tersebut, FASTER menjadi salah satu strategi untuk mempersiapkan generasi muda.

“Kalian disiapkan untuk menerima estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya kepada para peserta.

Ia menekankan bahwa keimanan dan intelektualitas merupakan dua pilar penting dalam mempersiapkan generasi visioner.

Dalam sambutannya, Dr. Carlan juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai motivasi bagi para peserta. Meskipun memiliki keterbatasan dalam penglihatan, ia mampu menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral dan mencapai karier sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

Pesannya kepada para peserta sederhana namun kuat: jangan berhenti bermimpi dan berani mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Mudir HK2: Menang Bukan Satu-Satunya Tujuan

Mudir Ma’had Husnul Khotimah 2 Kuningan, KH. Fauzi Muhammad Ali, Lc. Gr., mengingatkan para peserta agar memaknai perlombaan secara lebih luas.

Menurutnya, setiap kompetisi seharusnya menjadi kesempatan untuk belajar, mencoba hal baru, melatih kemampuan, dan membentuk akhlak.

“Lomba tidak hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang belajar, berani mencoba, melatih kemampuan, serta menumbuhkan akhlak yang mulia,” tuturnya.

Ia mengajak peserta menjadikan setiap perlombaan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, kreativitas, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.

“Menang adalah prestasi, tetapi semangat belajar, kejujuran dan sportivitas adalah kemuliaan yang lebih tinggi,” lanjutnya.

Ia berharap FASTER 8 dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

“Semoga melalui FASTER 8 ini lahir generasi yang shaleh, cerdas, terampil, berakhlak mulia dan siap menjadi pemimpin umat di masa depan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Lomba

Rangkaian FASTER 8 tidak berhenti pada kompetisi. Selain berbagai cabang perlombaan, agenda kegiatan juga mencakup Seminar Kepenulisan, Seminar Kepalestinaan bersama Kak Yusuf Islahuddin Kholid, serta Konser Amal Shoutul Harakah.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa FASTER dirancang sebagai ruang pembelajaran yang lebih luas. Anak-anak tidak hanya ditantang untuk menjadi pemenang, tetapi juga diberi kesempatan untuk berani tampil, berkomunikasi, bekerja sama, mengembangkan kreativitas, dan mengenali potensi diri.

Kehadiran peserta dari berbagai SD dan MI di wilayah Ciayumajakuning juga menjadikan FASTER sebagai ruang perjumpaan antargenerasi muda dari berbagai daerah.

Dari sana, kompetisi bukan sekadar tentang siapa yang memperoleh nilai tertinggi atau membawa pulang piala. Lebih dari itu, ada proses belajar, persahabatan, pengalaman, dan pembentukan karakter yang diharapkan terus terbawa setelah kegiatan berakhir.

Pada akhirnya, pesan yang muncul dari FASTER 8 bermuara pada satu cita-cita: menyiapkan generasi muda yang saleh, berilmu, terampil, berakhlak, percaya diri, dan siap menerima estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045.

Sebab, Indonesia masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi generasi yang mampu menggunakan kecerdasannya untuk kebaikan.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp