Dari Husnul Khotimah Menuju Al-Azhar Mesir

Dari Husnul Khotimah Menuju Al-Azhar Mesir

Perjalanan panjang menuntut ilmu kembali dimulai. Kamis, 8 Oktober 2026, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Mudir Mahad HK 1 dan HK 2 melepas keberangkatan alumni yang akan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Sebanyak 22 alumni dijadwalkan menempuh pendidikan di salah satu pusat keilmuan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Pelepasan itu dihadiri para orang tua serta jajaran pengurus Divisi Pesantren. Bagi keluarga dan para pendidik, momen tersebut bukan sekadar mengantar keberangkatan ke luar negeri. Ada doa, harapan, dan amanah pendidikan yang ikut dibawa menuju negeri para ulama itu.

Di antara riuh aktivitas bandara, keberangkatan para alumni menjadi penanda babak baru perjalanan mereka. Lingkungan pesantren yang selama ini menempa kedisiplinan, membangun karakter, dan memperkuat fondasi keislaman akan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan akademik di Mesir.

Mudir HK 1 , K. Mulyadin, Lc., M.H., dalam sambutan pelepasan menekankan pentingnya menjaga niat dan tanggung jawab selama menuntut ilmu. Menurut dia, kesempatan belajar di Al-Azhar harus dipahami sebagai amanah, bukan semata-mata kebanggaan pribadi atau keluarga.

“Berangkat ke Mesir bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kalian membawa nama keluarga, nama almamater, dan harapan umat. Jagalah adab, luruskan niat, serta manfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu dan memperluas wawasan,” ujarnya

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang santri tidak cukup diukur dari gelar akademik yang kelak diperoleh. Ilmu harus beriringan dengan akhlak, kedewasaan berpikir, dan kesediaan untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah penuntut ilmu yang rendah hati. Hormati guru, bangun persaudaraan dengan sesama mahasiswa, dan jangan pernah melupakan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di pesantren. Ketika kembali kelak, masyarakat tidak hanya menunggu orang yang berilmu, tetapi juga pribadi yang mampu menjadi teladan,” lanjutnya.

Bagi para orang tua yang hadir, pelepasan ini menandai perubahan peran: dari mendampingi anak dalam keseharian menjadi mengiringi perjuangan mereka dari kejauhan. Jarak geografis antara Indonesia dan Mesir akan bertambah, tetapi doa dan tanggung jawab keluarga tetap menyertai.

Dari Husnul Khotimah menuju Al-Azhar, mereka berangkat membawa cita-cita. Pada akhirnya, ilmu akan menemukan maknanya ketika kembali memberi manfaat.

Berikut daftar alumni HK yang diterima di Al Azhar Mesir

1. Muhammad Zahir Al Ikhsan
2. ⁠ Muhammad Qossam Amrul Haq
3. ⁠Muhammad Azza
4. ⁠Muhammad Al-Faruq
5. ⁠Arili Rizky Ramadhan
6. ⁠Zaid Refati Almahfudzi
7. ⁠Fatih Farras Rabbani
8. ⁠Muhammad Adila Mumtaz
9. ⁠Khyar Elfakhri
10. ⁠Azka Abdullah Sidiq
11. ⁠Muhammad Al Fatih
12. ⁠Fayyadh Muafi Dhiyaulhaq
13. ⁠Nawaf Amzar Al-Risyad
14. ⁠Muhammad Alkhawarizmi Al-Firdausi

Akhwat (8 orang)

1. Farha Rahmania Rumbia
2. ⁠Nailah Huwaida Mumtaz
3. ⁠ Mezzaluna Putri Wijaya
4. ⁠Khoirunnisa Hafidzudiena
5. ⁠Hilwa Qurrota Aini
6. ⁠Naila Azkia Alkhaula
7. ⁠Dila Minhatul Fadilah
8. ⁠Khansa Belva Nahilah

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp