
Menapaki 8 Kilometer, Santri HK2 Belajar tentang Arti Perjuangan
KUNINGAN — Sebanyak 246 santri kelas 9 MTs Husnul Khotimah 2 (HK2) mengikuti kegiatan hiking dari Kampus HK2 menuju Paniis, Ahad, 9 Agustus. Menempuh jarak kurang lebih 8 kilometer dengan berjalan kaki, kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para santri.
Sejak perjalanan dimulai, para santri berjalan bersama dengan didampingi Tim Pembinaan dan lintas unit. Perjalanan menuju Paniis menjadi pengalaman tersendiri bagi para santri untuk melatih ketahanan fisik, kedisiplinan, kekompakan, serta kepedulian terhadap sesama.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 kilometer, para santri melanjutkan agenda dengan kegiatan renang di Paniis. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi santri untuk beristirahat dan menikmati suasana alam setelah perjalanan panjang.
Mudir HK2, KH. Fauzi M. Ali, Lc., menyampaikan bahwa hiking yang dilakukan para santri memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar perjalanan menuju sebuah lokasi.
“Perjalanan hiking hari ini bukan sekadar menempuh jarak dari HK2 menuju Paniis. Setiap langkah yang kalian ayunkan adalah pelajaran penting tentang kesabaran, keteguhan, dan perjuangan,” ungkapnya.
Ia mengajak para santri untuk menjadikan perjalanan tersebut sebagai gambaran perjalanan hidup dan proses menuntut ilmu di pesantren.
Menurutnya, dalam kehidupan maupun perjalanan menuntut ilmu, seseorang tidak selalu berada di jalan yang mudah. Akan ada tanjakan yang melelahkan, jalan yang berliku, bahkan muncul keinginan untuk berhenti.
“Namun santri yang berhasil bukanlah yang tidak pernah lelah, melainkan yang tetap melangkah meski kelelahan,” pesannya.
Karena itu, ia mengingatkan para santri agar terus menjalani setiap proses dengan niat yang lurus, hati yang ikhlas, dan keyakinan kepada Allah SWT.
“Teruslah berjalan dengan niat yang lurus, hati yang ikhlas dan keyakinan kepada Allah SWT,” lanjutnya.
Kegiatan hiking ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran santri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan. Kesabaran saat menghadapi perjalanan, ketangguhan ketika merasa lelah, serta kebersamaan dalam mencapai tujuan menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat dibawa santri dalam menjalani proses pendidikan di pesantren.
Menutup pesannya, KH. Fauzi M. Ali, Lc. mendoakan agar seluruh santri senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menuntut ilmu.
“Semoga kita selalu sehat wal’afiah serta meraih ilmu yang bermanfaat dan penuh berkah. Aamiin,” pungkasnya.

