
Divisi Huda Sapa Alumni Husnul Khotimah di Jatinangor
Jatinangor — Dari pesantren menuju dunia kampus, perjalanan alumni Husnul Khotimah terus berlanjut. Di tengah kesibukan menempuh pendidikan tinggi, para alumni tetap menjadi bagian dari keluarga besar Husnul Khotimah. Semangat menjaga silaturahmi dan menguatkan peran alumni inilah yang menjadi bagian dari kegiatan Jaulah Alumni Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, di salah satu rumah makan di kawasan Jatinangor, Jawa Barat. Tim Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah bertemu dan bersilaturahmi dengan sejumlah alumni yang saat ini melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Telkom University.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para alumni untuk berbagi cerita mengenai perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah dan memasuki dunia perguruan tinggi.
Menjaga Silaturahmi dan Peran Alumni
Jaulah alumni ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah, khususnya dalam bidang kealumnian.
Melalui kegiatan tersebut, komunikasi antara pesantren dan alumni terus dijaga. Para alumni yang kini berada di lingkungan kampus diharapkan tetap membawa nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjadi santri dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah, KH. Imam Nur Suharno, turut memberikan pesan kepada para alumni yang hadir.
Dalam penyampaiannya, KH. Imam mengingatkan tentang pentingnya menjaga peran dakwah dalam setiap aktivitas kehidupan. Salah satu pesan yang disampaikan adalah:
“Nahnu du‘āt qabla kulli syai’in, innana du‘āt.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para alumni bahwa lingkungan baru, termasuk dunia kampus, juga menjadi ruang untuk terus menghadirkan nilai-nilai kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Alumni Berbagi Kesan
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan pengalaman dan kesan para alumni yang hadir.
Salah satunya Fariz Zaidan, alumni Husnul Khotimah yang kini menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran, Fakultas Komunikasi, jurusan Hubungan Masyarakat.
Dalam sesi wawancara, Fariz menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum yang berkesan karena dapat kembali bertemu dengan keluarga besar Husnul Khotimah.
“Pertemuan hari ini berkesan banget. Kita diingatkan lagi bahwa nilai-nilai yang didapat selama di pesantren tetap bisa dibawa dan diterapkan di lingkungan kampus.”
Menurut Fariz, kehidupan di perguruan tinggi menghadirkan lingkungan dan pengalaman yang berbeda. Namun, nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjadi santri tetap dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Sementara itu, Laila Farika Zuliati Minang, alumni Husnul Khotimah yang kini menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran, Program Studi Kedokteran, juga mengungkapkan kesannya terhadap pertemuan tersebut.
“Senang bisa kembali bertemu dengan keluarga besar Husnul Khotimah. Pesan yang disampaikan tadi juga menjadi pengingat untuk tetap membawa nilai-nilai kebaikan di mana pun kita berada.”
Bagi Laila, pertemuan seperti ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi pengingat bagi para alumni untuk tetap membawa nilai-nilai yang telah dipelajari selama berada di pesantren.
Hadir Bersama Tim Humas dan Dakwah
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Urusan Dakwah dan Alumni, Ust. Iyan Mulyana, M.Pd., Sekretaris Humas dan Dakwah, Ustadzah Dian Ekawati, M.Pd., beserta tim Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah.
Kegiatan jaulah menjadi salah satu ikhtiar Divisi Humas dan Dakwah untuk terus membangun komunikasi dengan alumni yang tersebar di berbagai daerah dan perguruan tinggi.
Dari pesantren menuju kampus, para alumni melanjutkan perjalanan pendidikan dan pengembangan diri di bidang masing-masing. Namun, hubungan dengan almamater dan keluarga besar Husnul Khotimah tetap menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Melalui jaulah ini, silaturahmi kembali terjalin, cerita kembali dibagikan, dan pesan dari pesantren kembali diingatkan.
Karena perjalanan alumni bukan sekadar tentang ke mana mereka melangkah, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai yang diperoleh dari pesantren tetap dibawa dan memberikan manfaat di mana pun mereka berada.

