Santri Putri Pontren Husnul Khotimah Mengikuti Dauroh Manasik Haji

Santri Putri Pontren Husnul Khotimah Mengikuti Dauroh Manasik Haji

KUNINGAN — Madrasah Tsanawiyah (MTs) Husnul Khotimah menggelar kegiatan Dauroh Manasik Haji bagi seluruh santri putri kelas IX. Kegiatan yang berlangsung di Aula STISK Pondok Pesantren Husnul Khotimah Maniskidul ini dirancang untuk membekali para santri dengan pemahaman mendalam seputar rukun Islam kelima tersebut, Senin (5/10/2026).

Kepala MTs Husnul Khotimah, Ustadz Elfa Robi, Lc., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dauroh ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum para santri melaksanakan praktik manasik haji secara langsung.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar 309 santri dapat memahami ilmu manasik haji dan umroh sehingga menjadi bekal di kemudian hari. Intinya adalah bagaimana mereka memahami rangkaian ibadah haji dan umroh dengan sebaik-baiknya, untuk selanjutnya bisa mengamalkan dengan didasari ilmu yang benar dan sesuai fikih manasik,” ujar Ustadz Elfa di hadapan ratusan santri.

Melalui pembekalan ini, pihak madrasah berharap para santri kelak mampu melaksanakan ibadah yang diwajibkan bagi setiap Muslim tersebut dengan tata cara yang benar dan sah secara syariat.

Suasana dauroh tampak hidup dan interaktif. Panitia menghadirkan seorang narasumber muda yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Husnul Khotimah, yaitu Ustadz H. Jundi Imam Syuhada, Lc., M.IRK.

Dalam pemaparannya, Ustadz Jundi membawakan materi seputar fikih haji secara runtut sekaligus menyelipkan motivasi agar para santri membulatkan niat untuk bisa menunaikan ibadah haji dan umroh ke Tanah Suci sejak usia dini.

Guna mencairkan suasana dan menjaga antusiasme peserta, Ustadz Jundi sesekali melontarkan pertanyaan interaktif seputar materi yang disampaikan, lengkap dengan pembagian doorprize menarik bagi santri yang berhasil menjawab.

Di sela-sela materinya, Ustadz Jundi menekankan urgensi ilmu dalam menjalankan setiap amal ibadah. Menurutnya, kualitas ibadah seseorang yang dilandasi ilmu pengetahuan akan jauh berbeda dibandingkan dengan yang tidak.

“Ilmu ibadah ini sangat penting, karena orang yang beribadah tanpa ilmu dengan yang berdasarkan ilmu nilainya jauh berbeda. Output dari ibadahnya pun akan berdampak berbeda pula,” tegasnya.

Ia memberikan perumpamaan pada ibadah sholat. Seseorang yang mendirikan sholat dengan berbekal ilmu akan merasakan dampak kesalehan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu kontras dengan ibadah yang dilakukan sekadar rutinitas, keterpaksaan, apalagi tanpa dilandasi ilmu yang memadai. Begitu pula dengan ibadah lain termasuk haji ini.

Melalui kegiatan dauroh ini, MTs Husnul Khotimah berkomitmen untuk terus mencetak generasi Muslimah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang kokoh serta siap mengamalkannya di tengah masyarakat.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp