Uji Petik Audit Mutu Internal, Husnul Khotimah Evaluasi Capaian Kompetensi Santri

Uji Petik Audit Mutu Internal, Husnul Khotimah Evaluasi Capaian Kompetensi Santri

KUNINGAN — Unit Penjamin Mutu Pesantren Pondok Pesantren Husnul Khotimah 1 Kuningan melaksanakan uji petik sebagai bagian dari Audit Mutu Internal Pesantren, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini menyasar santri kelas 9 MTs dan kelas 11 MA untuk mengukur sekaligus memetakan capaian kompetensi santri secara langsung di lapangan.

Pelaksanaan uji petik berlangsung di ruang kelas dan sejumlah titik yang telah ditentukan sesuai jadwal. Para santri mengikuti rangkaian evaluasi dalam beberapa sesi dengan materi yang mencakup mata pelajaran umum, kepesantrenan, hingga kemampuan lisan yang menjadi bagian dari pembelajaran di lingkungan pesantren.

Untuk mata pelajaran umum, materi yang diujikan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sementara pada aspek kepesantrenan, santri jenjang MTs mengikuti materi Bahasa Arab dan Tafsir, sedangkan santri MA mengikuti Bahasa Arab, Tafsir, dan Qawaid.

Tidak hanya melalui ujian tertulis, uji petik juga dilakukan secara lisan. Materinya mencakup Tahfidz, Mufradat, dan Muhadatsah, yang selama ini menjadi bagian dari proses pembelajaran santri di lingkungan asrama.

Kepala Unit Penjamin Mutu Pesantren, Ustadzah Mia Rusmia, S.Pt., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pesantren memperoleh data capaian kompetensi santri secara lebih objektif.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari Tim Unit Penjamin Mutu Pesantren sedang mengadakan kegiatan Audit Mutu Internal. Dalam dimensi produk jadi, kami mengadakan uji petik yang dilakukan kepada kelas 9 MTs dan kelas 11 MA,” jelasnya.

Menurut Ustadzah Mia, materi uji petik disusun untuk melihat sejauh mana capaian pembelajaran yang telah diterima santri dapat tercermin dalam kemampuan mereka ketika menghadapi evaluasi secara langsung.

Selain menjadi instrumen pengukuran, hasil uji petik nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pesantren dalam melakukan perbaikan dan pengembangan proses pendidikan.

“Harapannya, dari uji petik yang diadakan ini kita bisa mengevaluasi, kemudian juga mengambil data untuk pencapaian secara real dari anak-anak santri kami di lapangan dengan apa yang sudah dilakukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan Unit Penjamin Mutu Pesantren dalam mendorong peningkatan kualitas lulusan Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

“Mudah-mudahan upaya ini sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas lulusan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah,” tambahnya.

Menguji Kemampuan Akademik dan Kompetensi Kepesantrenan

Bagi santri, uji petik bukan sekadar evaluasi terhadap materi pembelajaran. Pada sesi tertentu, mereka juga dituntut mampu menunjukkan kemampuan secara langsung, termasuk hafalan, pelafalan, serta kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab.

Salah seorang santri kelas 9C, Achmad Mudzriq Rajabi, mengaku sempat merasa tegang ketika mengikuti uji lisan.

“Ya, tegang banget, soalnya itu menguji hafalan juga, menguji cara saya ngomong, cara saya melafalkan itu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sejumlah materi yang ditanyakan berkaitan dengan Bahasa Arab, seperti wazan, sharaf, dan nahwu. Selain itu, kemampuan hafalan Al-Qur’an juga menjadi bagian dari materi yang diujikan, khususnya Juz 29.

Sementara itu, Savana Mumtaz, santri kelas 9J, mengikuti sesi kedua dengan materi Tafsir. Ia mengaku dapat mengikuti proses evaluasi dengan lancar.

“Untuk sesi kedua, yaitu mata pelajaran Tafsir, alhamdulillah ana bisa mengerjakannya dengan mudah dan lancar. Insya Allah semoga diberikan hasil yang terbaik. Aamiin,” ungkapnya.

Pelaksanaan uji petik dibagi ke dalam beberapa sesi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Para santri mengikuti setiap tahapan dengan suasana yang serius namun tetap penuh semangat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari siklus penjaminan mutu pendidikan di lingkungan pesantren. Data yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai hasil evaluasi, tetapi dapat menjadi dasar untuk membaca capaian pembelajaran, menemukan ruang perbaikan, dan menyusun langkah pengembangan pendidikan ke depan.

Dengan demikian, uji petik menjadi salah satu ikhtiar Pondok Pesantren Husnul Khotimah untuk memastikan proses pendidikan berjalan secara terukur dan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan kepesantrenan, serta kesiapan menghadapi tantangan di masa mendatang.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp