
MENDIDIK DENGAN HATI, STRATEGI MENCEGAH BULLYING
Oleh Imam Nur Suharno
Pendidikan adalah proses yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Namun, dalam proses pendidikan, seringkali kita lupa bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter dan akhlak siswa. Salah satu masalah yang sering terjadi di sekolah adalah bullying, yang dapat berdampak buruk pada mental dan emosi siswa.
Allah SWT berfirman, “Dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qashash: 77).
Rasulullah SAW juga bersabda, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki kasih sayang.” (HR. Bukhari).
Mendidik dengan hati adalah upaya membentuk karakter siswa dengan kasih sayang dan empati. Dengan mendidik dengan hati, guru dapat membantu siswa memahami nilai-nilai moral dan akhlak yang baik, serta mencegah perilaku bullying.
Menurut hemat penulis ada beberapa strategi mendidik dengan hati sebagai upaya untuk mencegah bullying di sekolah.
Pertama, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Siswa harus merasa aman dan nyaman di sekolah, sehingga siswa dapat belajar dengan baik. Hal ini perlu dihindari bangunan atau tempat-tempat yang tersembunyi yang dapat dijadikan tempat pembulian. Atau bisa dipasang cctv di tempat-tempat tertentu.
Kedua, mengajarkan empati dan kasih sayang. Siswa harus diajarkan untuk memahami dan menghargai perasaan orang lain. Hal ini bisa diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran supaya tidak perlu menambah mata pelajaran khusus.
Ketiga, membangun hubungan yang positif. Guru harus membangun hubungan yang positif dengan siswa, sehingga siswa merasa dihargai dan dicintai. Sikap humanis guru terhadap siswa akan ditiru oleh siswa dalam interaksi antarsesama.
Keempat, mengajarkan nilai-nilai moral dan akhlak. Siswa harus diajarkan nilai-nilai moral dan akhlak yang baik, seperti jujur, adil, dan bertanggung jawab. Di sinilah pentingnya pembelajaran mendalam khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama.
Kelima, doa. Setelah ikhtiar secara manusiawi maka perlu diperkuat dengan doa kepada Ilahi. Hal ini mesti dilakukan karena yang membolak-balikkan hati adalah Allah SWT. Karenanya sebagai pendidik, guru mesti meningkatkan pola hablum minallah.
Dengan mendidik dengan hati, guru dapat membentuk karakter siswa yang baik dan mencegah perilaku bullying sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

