LIMA TAHUN BERSAMA, BELAJAR MELEPASKAN

LIMA TAHUN BERSAMA, BELAJAR MELEPASKAN

Oleh: Husnul Khotimah

 

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian. Dalam perjalanan hidupnya, manusia saling membutuhkan, saling membantu, dan saling menguatkan satu sama lain. Dari kebersamaan itulah lahir hubungan yang disebut pertemanan.

Dalam Islam, pertemanan bukan sekadar hubungan sosial biasa. Pertemanan merupakan bagian dari ukhuwah, yaitu ikatan persaudaraan yang dilandasi keimanan kepada Allah Swt. Karena itu, pertemanan tidak hanya menjadi tempat berbagi cerita dan pengalaman, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, saling mendukung, serta saling mendoakan.

Islam mengajarkan bahwa teman yang baik adalah mereka yang membawa kita lebih dekat kepada Allah Swt. Rasulullah Saw., bahkan mengibaratkan teman yang baik seperti penjual minyak wangi yang kehadirannya memberikan manfaat dan kebaikan. Selain itu, Islam juga mengajarkan adab dalam berteman, seperti saling menghormati, menjaga lisan, berprasangka baik, dan mendoakan kebaikan bagi teman dalam ketiadaannya.

Namun, sebagaimana setiap pertemuan memiliki awal, setiap kebersamaan pada akhirnya akan berhadapan dengan perpisahan. Kesedihan dan rasa kehilangan yang muncul saat berpisah merupakan fitrah manusia. Islam tidak melarang kesedihan tersebut, selama tetap diiringi dengan keikhlasan, doa, dan husnudzan kepada Allah Swt., bahwa setiap perpisahan pasti menyimpan hikmah.

Hari ini, penulis kembali belajar tentang makna pertemanan dari adik-adik mahasiswa. Selama kurang lebih lima tahun, mereka hidup dalam ruang yang sama. Mereka tinggal di bawah satu atap asrama, belajar di kampus yang sama, aktif dalam organisasi yang sama, serta melewati berbagai suka dan duka bersama. Waktu yang panjang tersebut menjadikan ikatan pertemanan di antara mereka tumbuh begitu kuat.

Karena itu, ketika salah seorang di antara mereka harus berpamitan lebih dahulu karena menyelesaikan masa pengabdiannya, suasana kehilangan terasa begitu nyata. Hari itu bukan sekadar perpisahan seorang teman dengan teman-temannya. Hari itu menjadi pintu gerbang perpisahan pertama bagi angkatan mereka. Untuk pertama kalinya, mereka menyadari bahwa fase kebersamaan yang selama ini dijalani perlahan akan berakhir.

Kesedihan tampak hadir di antara mereka. Bukan karena tidak merelakan, melainkan karena mereka memahami betapa berharganya kebersamaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Namun di tengah rasa kehilangan tersebut, mereka menunjukkan sesuatu yang indah. Mereka saling menguatkan, saling mendukung, saling mendoakan, dan berusaha menerima keadaan dengan lapang.

Mereka memahami bahwa cepat atau lambat, waktu yang sama akan datang kepada mereka satu per satu. Akan ada saat ketika masing-masing harus berpamitan untuk melanjutkan perjalanan hidupnya. Ada yang lebih dahulu menyelesaikan pengabdian, ada yang menyusul kemudian, yang pada akhirnya, setiap orang akan sampai pada waktunya untuk melangkah ke fase kehidupan berikutnya.

Dari mereka, penulis belajar bahwa pertemanan yang dibangun di atas kebersamaan, perjuangan, dan nilai-nilai kebaikan akan meninggalkan jejak yang mendalam di hati. Semakin lama kebersamaan dijalani, semakin besar pula rasa kehilangan yang dirasakan ketika perpisahan datang. Namun, perpisahan bukanlah akhir dari sebuah pertemanan.

Jika perpisahan terjadi karena pekerjaan, pendidikan, atau jarak, jangan biarkan jarak memutus tali ukhuwah yang telah terjalin. Tetap saling mendoakan, menjaga komunikasi, dan menyimpan kenangan baik adalah cara merawat pertemanan. Sebab dalam Islam, salah satu bentuk cinta yang paling tulus adalah tetap mendoakan kebaikan bagi teman, bahkan ketika ia tidak lagi berada di dekat kita.

Dengan demikian, pertemanan yang baik bukan hanya tentang siapa yang hadir dalam kehidupan kita, tetapi juga tentang siapa yang tetap menghadirkan kebaikan dalam hidup kita, meskipun jarak dan waktu memisahkan. Karena pertemanan yang dilandasi iman tidak akan berhenti pada kebersamaan, melainkan akan terus hidup dalam doa-doa yang saling dipanjatkan.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp