
Keikhlasan Kunci Pembentukan Karakter
Oleh Kiai Mulyadin, Lc MH
Mondok adalah sebuah ikhtiar proses pembentukan karakter yang sangat penting, karena selama dua pulah jam setiap harinya peserta didik dalam pengawasan dan bimbingan. Dalam proses ini, keikhlasan menjadi kunci sukses yang sangat penting. Keikhlasan adalah ruh dalam beribadah, belajar, bekerja, dan beramal.
Keikhlasan akan menjaga diri kita dari perbuatan tercela serta membuat tindakan dan perilaku akan terjaga. Ketika meyakini bahwa kita senantiasa dalam pengawasan Allah, maka akan lebih berhati-hati dalam setiap tindakan dan perilaku.
Kita akan lebih ikhlas dalam beribadah, lebih ikhlas dalam bekerja, lebih ikhlas dalam membimbing, lebih sabar dalam menghadapi kesulitan, dan lebih tekun dalam menuntut ilmu. Karena kita meyakini bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang menjaga ikhlas.
Allah SWT berfirman, “Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid [57]: 4).
Meyakini bahwa Allah selalu mengawasi kita akan membuat kita lebih bertanggung jawab atas setiap tindakan dan perilaku. Kita akan lebih berhati-hati dalam berbicara maupun menulis sesuatu, lebih ikhlas dalam berbuat baik, dan lebih sabar dalam menghadapi kesulitan.
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan keburukan itu.” (HR. Tirmidzi).
Dengan demikian, keikhlasan akan menjadi kunci pembentukan karakter yang kokoh. Ia akan membuat kita lebih beriman, lebih berakhlak, lebih berkarakter, dan lebih bertanggung jawab atas setiap tindakan dan perilaku kita. Karena kita meyakini bahwa setiap yang kita kerjakan akan ada pertanggungjawabannya.
Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya kamu akan dihisab atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Nahl [16]: 93).
Maka, marilah kita jadikan keikhlasan sebagai kunci pembentukan karakter. Mari kita ikhlaskan niat, ikhlaskan hati, dan ikhlaskan amal. Dengan demikian, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan mencapai kesuksesan dalam kehidupan.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita selaku pembimbing, selaku orangtua, dan selaku anak agar dapat menjaga keikhlasan dalam setiap aktifitas, ucapan, tulisan, tindakan, serta perilaku. Amin.

