Ratusan Wali Santri Baru Padati Masjid Husnul Khotimah, Ketua Umum YHK: “Terima Kasih atas Kepercayaan yang Diamanahkan kepada Kami”

Ratusan Wali Santri Baru Padati Masjid Husnul Khotimah, Ketua Umum YHK: “Terima Kasih atas Kepercayaan yang Diamanahkan kepada Kami”

KUNINGAN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid Husnul Khotimah pada Ahad, 5 Juli 2026, saat Yayasan Husnul Khotimah (YHK) menggelar Pertemuan Wali Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara pondok pesantren dan orang tua dalam mengawal proses pendidikan para santri.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan Husnul Khotimah, pimpinan pondok, kepala unit pendidikan, serta ratusan wali santri baru yang datang dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al-Hafidz, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh santri baru beserta orang tua yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

“Selamat datang di Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh bapak dan ibu wali santri yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendidik putra-putrinya. Insyaallah, amanah ini akan kami jaga dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab.”

Beliau menegaskan bahwa pendidikan di Husnul Khotimah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak mulia, penguatan hafalan Al-Qur’an, kedisiplinan, kepemimpinan, serta karakter Islami sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sementara itu, Mudir Husnul Khotimah 1, Kiyai. Mulyadin, Lc., M.H., menyampaikan taujih kepada para wali santri mengenai pentingnya kepercayaan penuh kepada pondok dalam menjalankan proses pembinaan santri sejak hari pertama.

Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa selama 40 hari pertama, santri baru tidak diperkenankan dijenguk. Masa tersebut merupakan fase adaptasi yang sangat penting agar para santri dapat mengenal lingkungan pesantren, membangun kemandirian, serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan optimal tanpa terganggu oleh kerinduan yang berlebihan kepada keluarga.

“Kami mohon kepada bapak dan ibu untuk benar-benar mempercayakan putra-putrinya kepada kami. Selama 40 hari pertama, santri tidak dijenguk. Insyaallah ini bagian dari ikhtiar pendidikan agar mereka lebih cepat beradaptasi dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.”

Beliau juga mengingatkan bahwa peran orang tua bukan hanya mengantarkan anak ke pesantren, tetapi juga menguatkan hati untuk mengikhlaskan proses pendidikan yang akan dijalani.

“Orang tua harus tega. Ketegaan itu adalah bentuk kasih sayang untuk masa depan anak. Titipkan mereka kepada kami, insyaallah kami akan membimbing, menjaga, mendidik, dan mendoakan mereka dengan sebaik-baiknya.”

Menurut beliau, keberhasilan pendidikan di pesantren tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan lembaga, tetapi juga oleh kepercayaan, doa, dan dukungan penuh dari orang tua.

Pertemuan wali santri ini juga menjadi ajang penyampaian informasi mengenai sistem pendidikan, budaya pesantren, tata tertib, serta berbagai program pembinaan yang akan dijalani para santri selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kehangatan. Antusiasme para wali santri mencerminkan semangat untuk menjalin kolaborasi yang erat bersama pondok demi mewujudkan generasi Qurani yang unggul, berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp