KMD Pramuka Resmi Dibuka di Husnul Khotimah, Bekali Pembina dengan Kompetensi Kepramukaan

KMD Pramuka Resmi Dibuka di Husnul Khotimah, Bekali Pembina dengan Kompetensi Kepramukaan

KUNINGAN — Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) Pramuka resmi dibuka pada Selasa (25/8/2026) di Gedung Serbaguna (GSG) Usamah bin Zaid, Pondok Pesantren Husnul Khotimah 1, Kuningan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, Ust. Danni Abdurahman, M.Pd., Kepala Urusan Pembinaan, Ust. Latipuddin, S.Psi., M.Pd., serta para pembina dan pengurus Pramuka.

KMD menjadi salah satu tahapan penting dalam meningkatkan kompetensi pembina Pramuka, khususnya dalam memahami dasar-dasar kepramukaan serta menerapkannya dalam proses pembinaan peserta didik sesuai dengan kurikulum dan ketentuan Gerakan Pramuka.

Mudir Mahad Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H., menilai kegiatan KMD memiliki peran strategis dalam memperkuat pembinaan santri melalui kegiatan Pramuka. Menurutnya, Pramuka tidak semata-mata menjadi kegiatan tambahan, tetapi dapat menjadi sarana pendidikan yang menanamkan berbagai nilai penting kepada santri.

“Pramuka memiliki banyak nilai pendidikan yang sangat relevan dengan pembinaan santri, seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama. Karena itu, para pembinanya juga perlu memiliki bekal yang baik agar nilai-nilai tersebut benar-benar dapat ditanamkan melalui proses latihan yang terarah,” tuturnya.

Ia berharap KMD tidak berhenti pada pemenuhan kompetensi teknis pembina, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembinaan santri di Husnul Khotimah.

“Harapannya, setelah mengikuti KMD, para pembina semakin percaya diri dan profesional dalam mendampingi santri. Jangan sampai Pramuka hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan pribadi santri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, Ust. Danni Abdurahman, M.Pd., berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi para peserta sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan Pramuka di lingkungan pesantren.

“Semoga melalui kegiatan KMD ini, para peserta mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan kepramukaan yang dapat diterapkan dalam proses pembinaan. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para pembina dan pengurus dapat semakin memahami bagaimana membina santri melalui kegiatan Pramuka yang terarah, edukatif, dan sesuai dengan tujuan pendidikan karakter,” ujarnya.

Salah seorang anggota Dewan Ambalan Umar bin Khattab yang mengikuti kegiatan KMD menjelaskan, pelatihan akan berlangsung selama enam hari dengan materi yang disampaikan oleh sejumlah pelatih dari luar.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai materi dan berbagai aspek lain dalam kepramukaan.

“Setelah grand opening ini, kami akan mengikuti berbagai materi selama enam hari ke depan yang akan disampaikan oleh kurang lebih sepuluh pelatih dari luar. Tujuannya agar kami lebih memahami Pramuka secara menyeluruh. Jadi, Pramuka bukan hanya soal kegiatan fisik, tetapi juga ada materi dan berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.

Kegiatan KMD diikuti seluruh pengurus Dewan Ambalan periode 2026/2027 dengan jumlah peserta sekitar 34 orang.

Pembina Pramuka, H. Udi Maksudi, S.Pd., menjelaskan bahwa para pelatih yang terlibat berasal dari unsur pelatih kepramukaan di lingkungan Kwartir Cabang Kabupaten Kuningan atau KaPusdiklat Kwarcab Kuningan.

Menurutnya, KMD memiliki posisi penting bagi seorang pembina Pramuka karena menjadi salah satu bekal dasar dalam melaksanakan proses pembinaan peserta didik.

“KMD ini penting karena pembina Pramuka yang belum mengikuti KMD memiliki keterbatasan dalam memberikan pembinaan, khususnya dalam menerangkan dan membina peserta didik sesuai dengan SKU. Dengan mengikuti KMD, para pembina mendapatkan bekal dasar kepramukaan yang diperlukan dalam melaksanakan pembinaan di gugus depan,” jelasnya.

H. Udi menambahkan, KMD dilaksanakan selama enam hari dengan total 60 jam. Rangkaian materi disusun secara berkesinambungan, mulai dari pembukaan hingga penutupan, dengan memadukan pembelajaran teori dan praktik lapangan.

“Pelaksanaannya selama enam hari dengan total 60 jam. Materinya berurutan dan saling berkaitan dari awal sampai akhir. Jadi, peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, tetapi juga akan mengikuti praktik lapangan yang berkaitan dengan berbagai keterampilan kepramukaan,” terangnya.

Selama mengikuti pelatihan, peserta juga akan mendapatkan sejumlah tugas yang harus diselesaikan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian KMD secara penuh.

Menurut H. Udi, proses tersebut diharapkan dapat membentuk pembina yang lebih mandiri, kreatif, serta mampu melaksanakan kegiatan latihan Pramuka sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Ia juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara pelaksanaan latihan dengan kurikulum Gerakan Pramuka. Pemahaman yang diperoleh melalui pengalaman pribadi saja, menurutnya, belum cukup untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai dengan standar organisasi.

“Dengan KMD ini diharapkan para pembina benar-benar memahami bagaimana melaksanakan pembinaan sesuai dengan kurikulum dan aturan kepramukaan. Selama ini masih ada pembina yang melatih berdasarkan apa yang mereka ketahui atau pengalaman masing-masing. Karena itu, KMD diharapkan dapat menyamakan pemahaman dan meningkatkan kualitas pembinaan,” katanya.

Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan teknis, KMD diharapkan dapat memperkuat peran pembina dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan kepramukaan.

“Pada akhirnya, pembinaan Pramuka ini diharapkan mampu ikut mencetak generasi muda yang berkarakter. Karena Pramuka bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga bagaimana membentuk sikap, kemandirian, tanggung jawab, dan karakter anak bangsa,” pungkas H. Udi.

Pelaksanaan KMD di Pondok Pesantren Husnul Khotimah diharapkan menjadi bagian dari penguatan pembinaan kepramukaan, sekaligus memberikan bekal bagi para pembina dan pengurus untuk menerapkan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan Pramuka di lingkungan gugus depan.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp