
Semarak Gebyar OSHK 32 Resmi Dibuka, Gali Potensi Santri Husnul Khotimah
KUNINGAN — Organisasi Santri Husnul Khotimah (OSHK) Putra kembali menggelar ajang kreativitas dan pengembangan potensi santri melalui kegiatan Opening Ceremony Gebyar OSHK 32 Volume 1. Mengusung tema unik “NOCTURN”, acara pembukaan ini sukses digelar meriah di Gedung Serba Guna (GSG) Usamah bin Zaid, Senin malam (12/10/2026).
Kegiatan yang dihelat usai shalat Isya ini dihadiri oleh Unit Pembinaan Santri Putra, Kepala Madrasah, serta seluruh santri putra Husnul Khotimah. Rangkaian acara pembukaan kian semarak dengan berbagai penampilan seni dari para santri, mulai dari tabuhan marawis hingga pertunjukan perkusi.
Pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kiai Mulyadin, Lc., M.H. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan Gebyar OSHK 32 ini. Beliau menilai bahwa ajang ini merupakan wadah yang sangat positif dan strategis dalam melatih kemandirian, kepemimpinan, serta kreativitas para santri di luar ruang kelas.
“Melalui ajang Gebyar OSHK 32 ini, kami berharap para santri tidak hanya menguasai skill akademik dan kognitif semata, tetapi juga mampu mengasah kreativitas serta kemampuan pemecahan masalah agar kelak tidak menjadi generasi yang rapuh.” katanya
Ketua Panitia Faris Ahmad Romadhon menjelaskan, pemilihan nama “NOCTURN” yang identik dengan malam hari memiliki filosofi mendalam bagi perjalanan para santri dalam ajang ini.
“Malam hari ini kita menyaksikan salah satu acara yang menjadi awal dari OSHK 32 Gebyar Volume 1 yang diberi nama Nocturn (malam). Kenapa malam? Karena perlu banyak mengeksplor calon bintang. Di mana pada malam hari bintang dan bulan bercahaya, semoga para santri bisa menjadi bintang-bintang dan bulan yang bercahaya yang menerangi bumi,” ungkap Faris dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan Gebyar OSHK ini sendiri telah dimulai sejak 11 Oktober dan dijadwalkan akan berakhir pada 24 Oktober 2026. Faris memaparkan, ajang ini menghadirkan berbagai kompetisi menarik dari berbagai bidang untuk mengasah potensi santri secara komprehensif, di antaranya:
- Kontri (Bidang Ekskul): Mengasah bidang keolahragaan.
- Rush (Muslim Entrepreneur): Menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri.
- Deadline (Bidang Sekretaris): Melatih kemampuan pengarsipan dan administrasi.
- Malafest (Bidang Bahasa): Mengasah kemampuan berbahasa asing dan public speaking.
- Intelektual Intelligen (Bidang Humas): Menguji kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving).
Cetak Generasi Unggul di Era Teknologi
Acara pembukaan secara simbolis dilakukan oleh Ustadz Danni Abdurrahman, M.Pd. senada dengan pimpinan pondok, beliau menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang tangguh di tengah gempuran kemajuan teknologi yang masif.
“Mari sama-sama kita yakini ungkapan pemuda hari ini adalah pemimpin masa mendatang. Tetapi pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin yang jujur dan tidak membuat gaduh. Kita harus mempersiapkan generasi emas Indonesia. Di antara sekian kompetensi adalah problem solving,” tegas Ustadz Danni.
Beliau juga mengingatkan para santri agar tidak terlena dengan kemudahan teknologi instan yang dapat melemahkan daya juang mental dan kemampuan berpikir kreatif.
“Sadar atau tidak, dirasakan atau tidak, kita sedang bertarung dengan kemajuan teknologi. Setiap soal kita bisa mendapatkan jawaban dari AI. Kita dihantam oleh hal itu sehingga kemampuan problem solving kita terancam berkurang. Kreativitas adalah hal yang sangat penting bagi kalian di masa mendatang,” Pungkasnya.

