Pontren Husnul Khotimah Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Bersama Wali Santri

Pontren Husnul Khotimah Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Bersama Wali Santri

MANISKIDUL – Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan menyelenggarakan kegiatan pertemuan walisantri kelas 8 MTs Husnul Khotimah pada Sabtu, 7 Februari 2026. Acara yang bertempat di Masjid Putra Pontren Husnul Khotimah, Desa Maniskidul ini dihadiri oleh para walisantri dari berbagai daerah. Turut hadir dari pihak pesantren jajaran pimpinan yang meliputi Pimpinan Pondok Pesantren, Kepala Madrasah Tsanawiyah, Kepala Unit Pembinaan, Kepala Unit Tahsin Tahfidz, Sekretaris Pondok Pesantren, serta wali asrama dan wali kelas 8.

Acara yang dipandu oleh Ustadz Iwan Afwan, S.Pd. ini dibuka dengan penampilan tim hadroh santri yang membawa suasana religius, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh santri Ahmad Zuhair Annashir. Dalam rangkaian sambutan, Kepala Madrasah Tsanawiyah, Ustadz Elfa Robi, Lc., M.Pd., menyampaikan laporan perkembangan atau progress report mengenai capaian para santri selama menempuh pendidikan di tingkat tsanawiyah.

Pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kiai Mulyadin, Lc., MH, dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh walisantri yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Menjelang datangnya bulan suci, beliau menekankan pentingnya lima persiapan bagi setiap muslim, yakni persiapan spiritual atau i’dad ruhi, persiapan amal ibadah yang sudah dimulai sejak bulan Rajab dan Sya’ban, persiapan ilmu dengan mengulas kembali hukum-hukum puasa, serta persiapan harta dan fisik yang prima. Beliau berharap momentum ini menjadi sarana meningkatkan spiritualitas dan kepedulian bersama sebelum memasuki ibadah Ramadhan.

Sesi inti acara diisi dengan mauidzoh hasanah dan taujih oleh KH. Amam Badruttamam, Lc. yang mengusung tema kolaborasi mendidik generasi robbani. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa pesantren bukanlah sebuah “laundry”, “tukang sulap”, ataupun “bengkel” yang bisa mengubah karakter anak secara instan tanpa keterlibatan orang tua. Beliau menjelaskan bahwa syarat kenaikan kelas di Husnul Khotimah sangat komprehensif, mencakup aspek penilaian akademik, kemampuan Al-Qur’an, serta kualitas akhlak santri. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi sangat krusial karena proses pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kerja sama untuk memahami karakter setiap santri.

Lebih lanjut, KH. Amam Badruttamam memaparkan bentuk kolaborasi nyata yang diharapkan dari pihak orang tua, seperti mendukung penuh aturan pesantren, menjaga komunikasi aktif, serta senantiasa mengedepankan tabayun dalam menerima informasi agar tidak melemahkan proses pendidikan yang sedang berjalan. Orang tua juga diharapkan mampu menjaga konsistensi pendidikan saat anak berada di rumah melalui keteladanan, ketegasan yang dibarengi kasih sayang, serta kesabaran dalam mendoakan putra-putrinya.

Dengan sinergi ini, target mencetak anak yang memiliki iman kuat, taat beribadah, berakhlak mulia, serta mandiri dan disiplin diharapkan dapat terwujud dengan baik. Acara kemudian diakhiri dengan sesi tatap muka antara walisantri dengan wali kelas masing-masing untuk berdiskusi lebih spesifik mengenai perkembangan santri.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP