Satu Genggaman, Seribu Janji untuk Bersama di Surga

Satu Genggaman, Seribu Janji untuk Bersama di Surga

Oleh Imam Nur Suharno
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat

Pagi itu jalanan kampung terasa lebih hangat. Bukan karena matahari yang sudah mulai naik, tapi karena ada dua sosok yang berjalan berdampingan, saling menggandeng tangan. Tidak tergesa-gesa, tidak terburu-buru. Hanya berjalan, selangkah demi selangkah, bersama.

Foto itu sederhana. Dua orang dengan kaos senada warna tosca, berjalan di tengah rombongan. Tapi di balik kesederhanaan itu, ada makna yang dalam: kebersamaan.
Jalan Bersama Itu Pilihan
Hidup ini sejatinya adalah perjalanan. Panjang, berkelok, kadang menanjak, kadang menurun. Banyak orang yang bisa berjalan sendiri, cepat, dan sampai lebih dulu. Tapi ada kebahagiaan lain yang tidak bisa dibeli dengan kecepatan: berjalan bersama orang yang kita cintai.
Menggandeng tangan bukan hanya soal fisik. Ia adalah janji kecil yang diucapkan tanpa kata. “Aku di sini. Aku tidak akan membiarkanmu berjalan sendiri. Aku ingin kita sampai tujuan bersama.”
Dari Dunia, Untuk Akhirat
Tema “jalan bersama menuju sehidup sedunia dan sesurga” mengingatkan kita bahwa tujuan pernikahan, persahabatan, keluarga, bukan hanya untuk nyaman di dunia. Kalau hanya untuk dunia, maka hubungan itu rapuh. Cukup satu badai, ia bisa runtuh.
Tapi kalau niatnya untuk akhirat, maka setiap langkah menjadi ibadah. Lelahnya menjadi pahala. Sabarnya menjadi bekal. Bahkan diamnya berdua di tengah keramaian, menjadi doa yang tidak terucap: “Ya Allah, jagalah ia untukku, dan jagalah aku untuknya, hingga kita bertemu di Jannah-Mu.”
Seribu Janji Dimulai dari Satu Genggaman
Surga tidak dijanjikan untuk mereka yang sempurna. Surga dijanjikan untuk mereka yang saling menguatkan ketika yang satu lemah, saling mengingatkan ketika yang satu lalai, dan saling memaafkan ketika yang satu terjatuh.
Satu genggaman tangan di jalan kampung ini mungkin tidak dilihat siapa-siapa. Tapi di langit, malaikat mencatatnya. Karena dari satu genggaman itu, tumbuh seribu janji: janji untuk setia, janji untuk sabar, janji untuk tidak saling meninggalkan, janji untuk berjuang masuk surga bersama-sama.
Maka jika hari ini Allah masih memberimu teman berjalan—pasanganmu, sahabatmu, orang tuamu—genggam tangannya erat. Jangan lepaskan hanya karena lelah. Karena di ujung jalan itu, ada janji yang lebih indah dari dunia dan seisinya: bertemu kembali di surga, tanpa perpisahan lagi.
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.” (QS. At-Tur: 17)

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )
WHATSAPP