Ukhuwah Diperkuat, Struktur Diperbarui, Integritas Diteguhkan: Jalsah At-Takhi 2026 Jadi Titik Awal Transformasi Yayasan Husnul Khotimah

Ukhuwah Diperkuat, Struktur Diperbarui, Integritas Diteguhkan: Jalsah At-Takhi 2026 Jadi Titik Awal Transformasi Yayasan Husnul Khotimah

KUNINGAN – Yayasan Husnul Khotimah (YHK) Kuningan menggelar Jalsah At-Takhi Keluarga Besar Yayasan Husnul Khotimah pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Masjid Husnul Khotimah 1. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan beserta jajaran pengurus, para pimpinan unit, dan seluruh sumber daya manusia (SDM) Yayasan Husnul Khotimah sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menyatukan visi, serta meneguhkan komitmen dalam mengemban amanah pendidikan dan dakwah.

Mengusung semangat kebersamaan, Jalsah At-Takhi menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kemajuan lembaga.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al Hafidz, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh program dan sistem yang baik, tetapi juga oleh kekuatan ukhuwah, keikhlasan, dan semangat kebersamaan seluruh SDM.

“Kekuatan Yayasan Husnul Khotimah bukan hanya terletak pada program-program yang dimiliki, tetapi juga pada ukhuwah, keikhlasan, dan kebersamaan seluruh SDM dalam mengemban amanah. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling menguatkan, saling mendoakan, dan terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada umat,” ungkap beliau.

Beliau juga mengajak seluruh pengurus dan SDM untuk terus menjaga nilai-nilai amanah, disiplin, profesionalisme, serta memperkuat sinergi dalam setiap lini pelayanan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Yayasan Husnul Khotimah yang unggul dan diridhai Allah SWT.

Selanjutnya, Sekretaris Yayasan Husnul Khotimah, H. Asep Saputra, menyampaikan perubahan struktur organisasi Yayasan Husnul Khotimah yang mulai diberlakukan sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi.

Menurutnya, penyempurnaan struktur organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, memperjelas fungsi dan tanggung jawab setiap divisi, serta mempercepat pencapaian visi dan misi yayasan.

“Perubahan struktur organisasi merupakan ikhtiar yayasan dalam memperkuat tata kelola lembaga. Mari kita sambut perubahan ini dengan semangat beradaptasi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kolaborasi demi kemajuan Yayasan Husnul Khotimah,” ujar H. Asep Saputra.

Pada kesempatan yang sama, Mudir Husnul Khotimah 1, K.H. Mulyadin, Lc., M.H., menyampaikan taujih kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa seluruh SDM merupakan satu keluarga besar yang memiliki tujuan perjuangan yang sama, yakni mengabdi melalui pendidikan dan dakwah.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap amal kebaikan memiliki fase naik dan turun dalam semangat (futur), namun yang terpenting adalah menjaga istiqamah meskipun dalam kondisi lemah semangat.

“Setiap amal itu ada masa semangatnya dan ada masa futur-nya. Yang penting jangan sampai ketika futur kita berhenti. Justru di saat seperti itu kita perbanyak muhasabah, menjaga amal wajib, dan tetap melangkah meskipun kecil. Bisa jadi saat semangat turun, tapi kebaikan tetap naik, doa kita tetap jalan, tahajud tetap ada, walaupun mungkin tidak sekuat biasanya,” tutur beliau.

Beliau kemudian menekankan pentingnya penguatan Habbit 6D dalam pembinaan SDM Yayasan Husnul Khotimah, yaitu:

1. Dibiasakan
2. Diingatkan
3. Dicontohkan
4. Diawasi
5. Didoakan
6. Diapresiasi

Menurutnya, enam pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang istiqamah, disiplin, dan berkelanjutan.

“Kalau enam hal ini berjalan dengan baik, insya Allah budaya kerja kita akan sehat. Orang tidak hanya bekerja karena aturan, tapi karena sudah menjadi kebiasaan, karena ada teladan, ada pengawasan yang mendidik, ada doa, dan ada apresiasi yang menumbuhkan semangat,” tambahnya.

Beliau juga mengajak seluruh SDM untuk menjaga keseimbangan antara amal lahir dan batin, serta menjadikan setiap tugas sebagai ladang ibadah yang dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Divisi HRD dan Personalia Yayasan Husnul Khotimah, H. Sanwani, S.H., menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan aset terpenting dalam mewujudkan visi besar yayasan. Karena itu, setiap insan Husnul Khotimah dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga loyalitas, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap amanah yang diemban.

“Pakta Integritas yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen moral dan spiritual untuk bekerja dengan jujur, amanah, disiplin, profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam setiap pengabdian di Yayasan Husnul Khotimah. Mari kita jadikan komitmen ini sebagai budaya kerja yang tercermin dalam setiap sikap dan tindakan,” tegas H. Sanwani, S.H.

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, seluruh SDM Yayasan Husnul Khotimah melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas sebagai simbol kesiapan menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik, orang tua, serta masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat tali persaudaraan di antara seluruh peserta. Melalui Jalsah At-Takhi 2026, pengumuman struktur organisasi baru, serta penandatanganan Pakta Integritas, Yayasan Husnul Khotimah meneguhkan komitmennya untuk terus membangun lembaga yang berlandaskan ukhuwah, amanah, profesionalisme, dan integritas, demi melahirkan pendidikan Islam yang unggul serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp