
Jalsah Imani Pegawai Husnul Khotimah: Mengulas Spirit Hijrah dalam Pengabdian dan Sinergi Jamaah
KUNINGAN – Guna mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh fondasi spiritual dan integritas kerja, Pondok Pesantren Husnul Khotimah Maniskidul menggelar kegiatan jalsah imani yang dikemas dalam Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) khusus bagi seluruh pegawai ikhwan. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Husnul Khotimah pada Kamis malam, 25 Juni 2026.
Acara mabit di akhir Semester Genap tahun ajaran 2025/2026 ini diikuti oleh jajaran pimpinan yayasan, kiai sepuh dan seluruh divisi yang bernaung di bawah kafilah perjuangan Husnul Khotimah.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang dirangkaikan dengan makan malam bersama. Selepas itu, seluruh peserta melaksanakan shalat Isya berjamaah sebagai pembuka awal rangkaian ibadah di malam bina iman tersebut.
Memasuki acara inti, masjid semakin syahdu saat dilangsungkan Tilawah Jama’i membaca beberapa surat pilihan (Al-Fatihah, Yasin, Al-Waqiah, Al-Mulk, dan Al-Mu’awwidzatain) yang dipimpin oleh K.H. Riyan Nugraha, Lc., M.Pd. Setelah itu, K.H. Amam Badruttamam, Lc. memimpin doa bersama demi keselamatan, keberkahan, dan kemajuan pondok pesantren.
Acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dan arahan strategis dari Ketua I YHK H. Maman Kurman, SH. yang menekankan pentingnya Budaya kerja yang disingkat dalam kata IKHLAS (Integritas, Komitmen, Harmoni, Loyalitas, Atitude & amanah juga Syukur dan sabar).
Puncak acara mabit diisi dengan ceramah/taujih mendalam oleh Dewan pengawas Husnul Khotimah K.H. Jajang Aisyul Muzakki, Lc., M.Pd.I. (UJA) yang mengangkat tema besar:
“Hijrah dalam Pengabdian: Menjemput Keberkahan melalui Keikhlasan, Profesionalisme, dan Sinergi Jamaah.”
Dalam tausiahnya, K.H. Jajang mengingatkan agar momentum bulan Muharram ini dijadikan titik tolak bagi seluruh pegawai untuk meluruskan dan memperbarui niat (tajdidun niyah). Beliau menegaskan bahwa di Husnul Khotimah, tidak ada peran atau pekerjaan yang kecil.
“Demi Allah, setiap helai sampah yang dipungut tim kebersihan, setiap butir nasi yang dimasak tim dapur sejak subuh, jika diniatkan karena Allah, nilainya sepadan sebagai mujahid fi sabilillah,” ujar UJA disambut takzim para peserta.
Beliau juga memaparkan rumus sukses pesantren melalui jalur langit (menjaga kesucian dari maksiat, merutinkan istighfar) dan jalur bumi (memberikan pelayanan terbaik atau service excellent kepada wali santri) demi menjaga keberlangsungan dakwah pesantren.
Seusai taujih, agenda malam dilanjutkan dengan Tilawah Mandiri di mana setiap pegawai membaca minimal satu juz Al-Qur’an serta mengamalkan pembacaan surah Al-Kahfi, sebelum akhirnya peserta beristirahat untuk mempersiapkan fisik.
Memasuki sepertiga malam terakhir, suasana masjid kembali bergetar dengan pelaksanaan Shalat Sunnah (Qiyamullail) berjamaah yang diimami oleh Ustadz Dzulkifli, S.Pd.I., M.Pd. Para peserta larut dalam kekhusyukan, bersujud meminta kekuatan spiritual untuk menghadapi tantangan dakwah di masa depan.
Rangkaian mabit menjelang pagi ditutup berturut-turut dengan aktivitas zikir mandiri, pelaksanaan shalat Subuh berjamaah, hingga selesai sepenuhnya pada pagi hari.
Melalui mabit akhir semester ini, keluarga besar Ponpes Husnul Khotimah berharap energi keikhlasan dan spirit profesionalisme semakin tertanam erat, menjadikan pondok pesantren ini sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus mendapat keberkahan langit dan kepercayaan dari masyarakat luas.

