
Membangun Bangunan Islam yang Agung
Oleh Basuki Ahmad Danuri
Rasulullah SAW menganalogikan agama Islam dengan bangunan. Hal ini sangat masuk akal dan bangunan seperti rumah itu kebutuhan primer orang hidup, dan punya rumah bagus itu hayalan setiap orang. Jadi menganalogikan agama Islam dengan bangunan itu sangat tepat, agar semangat orang untuk membangun Islam seperti semangatnya membangun sebuah rumah.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bin Khattab, Rasulullah bersabda: “Islam dibangun diatas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan menegakkan sholat, dan menunaikan zakat, dan berhaji ke rumah suci, dan puasa ramadlan.” (HR Bukhari Muslim)
Pondasi Islam adalah aqidah dan iman yang bersumber dari dua kalimat syahadat yang difahami, diyakini dan diamalkan dengan benar sesuai syarat, rukun dan adab-adabnya. Yang kedua adalah menegakkan shalat, artinya membangun komunikasi intensif dengan Allah, bagi seorang muslim wajib berkomunikasi intensif dengan Allah minimal lima kali sehari semalam, dengan penuh kekhusyuan dan ketundukan mengadukan segala permohonan.
Yang ketiga menunaikan zakat, membangun rasa empati terhadap kondisi masyarakat dan kebutuhan mereka, dan perwujudan rasa syukur atas Rezeki karunia Allah. Yang rukun ke empat mengerjakan ibadah haji minimal sekali seumur hidup hanya bagi yang mampu melaksanakan. Ibadah haji ini mengingatkan bahwa ajaran tauhid bermula dari Makkah dan mengenang perjuangan bapak tauhid Nabiyullah Ibrahim bersama istrinya hajar dan putranya Ismail AS dan dikemudian hari dilanjutkan oleh Rasulullah SAW.
Dan rukun yang ke lima adalah mengerjakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Bulan Ramadhan adalah bulan agung hadiah spesial dari Allah untuk umat Islam bahkan untuk seluruh manusia.
Mari kita tegakkan bangunan Islam ini dengan penuh kecintaan dan kebanggaan sebagaimana kita membangun dan menjaga bangunan rumah kita dengan penuh kesungguhan. Wallahu a’lamu bishawab.

