Tim Robotik MA Husnul Khotimah Borong Tiga Juara SRC 2026

Tim Robotik MA Husnul Khotimah Borong Tiga Juara SRC 2026

KUNINGAN — Tim Robotik Madrasah Aliyah (MA) Husnul Khotimah Kuningan kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang Sukabumi Robotic Competition (SRC) 2026 yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026, kontingen santri ini sukses menyabet tiga gelar juara sekaligus pada kategori Creative Innovation tingkat SMA.

Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Sukarobot Academy bekerja sama dengan Universitas Nusa Putra Sukabumi, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Berhadapan dengan puluhan tim tangguh dari berbagai daerah di Indonesia, para santri MA Husnul Khotimah tampil memukau hingga berhasil memboyong Juara 2, Juara 3, dan Juara Harapan 1.

Juara 2 diraih oleh Bio Royyan dan Naufal Imam Fahmi, Juara 3 diraih oleh Afrina Binish dan Tsabita Imanina, sedangkan Juara Harapan 1 diraih oleh Firzani dan Sabrina Hanan.

Kepala MA Husnul Khotimah, Danni Abdurahman, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian luar biasa anak didiknya. Menurutnya, kemenangan ini membuktikan eksistensi santri yang adaptif terhadap kemajuan zaman.

“Tentu prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kami MA Husnul Khotimah, dan sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa santri dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah tidak hanya unggul dalam bidang akademik, hafalan Qur’an, dan bahasa, namun juga unggul dalam bidang teknologi,” ujar Danni.

Apresiasi juga disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren Husnul Khotimah 1, Kiai. Mulyadin, Lc., M.H. Ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para santri dan tim pembimbing yang telah bekerja keras mengharumkan nama pesantren di kancah nasional.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren harus mampu mempersiapkan santri menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Kami bersyukur dan memberikan apresiasi kepada para santri serta para pembimbing. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri bisa memiliki kemampuan yang sejalan dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai seorang muslim. Harapannya, kemampuan teknologi ini terus dikembangkan sehingga nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” ungkap KH. Mulyadin.

Keberhasilan ini semakin mempertegas komitmen MA Husnul Khotimah dalam mencetak generasi muda yang seimbang antara kedalaman ilmu agama, kekuatan hafalan Al-Qur’an, serta penguasaan sains dan teknologi masa depan.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa dunia pesantren tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya generasi yang kuat dalam ilmu agama, tetapi juga ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan teknologi yang relevan dengan tantangan zaman.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )
Whatsapp