
Santri Husnul Khotimah Ikuti Penyuluhan Anti-Bullying
KUNINGAN — Pondok Pesantren Husnul Khotimah terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh dengan nilai persaudaraan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyuluhan Anti-Bullying yang diikuti oleh santri putri kelas VII MTs Husnul Khotimah.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di GSG Aridha Nursyabani, dengan menghadirkan narasumber dari Polsek Jalaksana, Iptu. Jeptha BR.
Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapatkan edukasi mengenai bahaya bullying atau perundungan, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Para santri juga diajak memahami dampak bullying serta pentingnya membangun pergaulan yang sehat dan saling menghargai.
Kepala Madrasah: Santri Harus Saling Menghargai dan Menyayangi
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah KH. Elfa Robi, Lc., M.Pd., menyampaikan bahwa penyuluhan anti-bullying sangat penting bagi para santri. Hal tersebut mengingat santri Husnul Khotimah berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang dan karakter yang beragam.
“Kegiatan ini sangat penting untuk dipahami oleh santri kita, karena mereka datang dari berbagai daerah dan berbagai karakter. Bagaimana dari berbagai perbedaan itu mereka bisa menjadi saudara,” ungkap KH. Elfa Robi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan sikap saling menghargai dan menyayangi di antara para santri.
“Harapannya, dengan acara ini mudah-mudahan santri kita bisa saling menghargai, saling mencintai, tidak ada yang saling membully, baik secara verbal maupun nonverbal,” tambahnya.
Polsek Jalaksana Dorong Edukasi Anti-Bullying Berkelanjutan
Sementara itu, Iptu. Jeptha BR. selaku narasumber dari Polsek Jalaksana menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Husnul Khotimah yang telah memberikan ruang bagi pihak kepolisian untuk menyampaikan edukasi kepada para santri.
“Terima kasih kepada Pondok Pesantren Husnul Khotimah yang sudah mengundang kami untuk menyampaikan implementasi terkait bahayanya bullying maupun perundungan,” tutur Iptu. Jeptha BR.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar para santri mendapatkan pemahaman yang kuat mengenai bahaya bullying dan mampu menghindari pergaulan yang tidak baik.
“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap terus berkesinambungan dan tanpa putus, supaya anak-anak kita ini bisa terselamatkan dari pergaulan-pergaulan yang tidak baik,” lanjutnya.
Kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para santri diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar serta memahami bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan sekalipun dapat berdampak pada orang lain apabila dilakukan secara berlebihan.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan kesadaran para santri terhadap bahaya bullying semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, penuh persaudaraan, dan bebas dari perundungan.
Stop bullying. Saling menghargai, saling menyayangi, dan saling menjaga. Karena di pesantren, kita bukan hanya belajar bersama, tetapi juga tumbuh sebagai saudara.

