
GEMA TAKBIR MENGGETARKAN GSG ARIDHA NURSYAHBANI! POSHK 33 RESMI DIBUKA, 1.170 SANTRI BARU SIAP MENULIS SEJARAH PERJUANGAN DI HUSNUL KHOTIMAH
Kuningan, Senin (6/7/2026) – Gema takbir menggema memenuhi Gedung Serbaguna (GSG) Aridha Nursyahbani saat Pekan Orientasi Santri Husnul Khotimah (POSHK) ke-33 Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi dibuka. Momen penuh khidmat ini menjadi awal perjalanan 1.170 santri baru dalam menapaki jalan ilmu, membangun akhlak mulia, serta menempa diri menjadi generasi Qurani dan calon pemimpin umat.
POSHK 33 tahun ini diikuti oleh 1.170 santri baru, terdiri atas 435 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta 735 santri Madrasah Aliyah (MA), baik putra maupun putri. Besarnya jumlah peserta mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat kepada Pondok Pesantren Husnul Khotimah sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus berkomitmen mencetak generasi berilmu, berakhlakul karimah, berprestasi, dan berjiwa kepemimpinan.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah, K.H. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al-Hafizh, jajaran pengurus yayasan, para kepala divisi, kepala unit, kepala urusan, dewan guru, musyrif dan musyrifah, panitia POSHK 33, serta seluruh peserta didik baru jenjang MTs dan MA.
Mengawali rangkaian acara, Ketua Pelaksana POSHK 33, Ust. Latipudin, S.Psi., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya POSHK 33 sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja tanpa mengenal lelah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, guru, musyrif, musyrifah, serta seluruh pihak yang telah memberikan tenaga, waktu, pikiran, dan doa sehingga POSHK 33 dapat terselenggara dengan baik. Semoga Allah SWT membalas setiap pengorbanan dengan pahala yang berlipat ganda.”
Dengan penuh kerendahan hati, beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan masih terdapat berbagai kekurangan.
“Kami menyadari bahwa pelaksanaan kegiatan ini belum sempurna. Oleh karena itu, kami memohon maaf atas segala kekurangan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan POSHK di masa mendatang semakin baik.”
Momentum pembukaan semakin bermakna ketika Mudir Husnul Khotimah 1, Kiyai. Mulyadin, Lc., M.H., menyampaikan taujih yang sarat motivasi dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Beliau mengawali sambutannya dengan menyampaikan penghormatan kepada Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah beserta seluruh jajaran pengurus, kepala divisi, kepala unit, kepala urusan, panitia, serta seluruh peserta POSHK 33.
Dalam taujihnya, beliau menegaskan bahwa hari pertama di pesantren merupakan titik awal perjalanan panjang menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT, lebih mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta siap mengemban amanah sebagai pemimpin umat di masa depan.
“Tidak semua anak mendapatkan kesempatan untuk belajar di pesantren, terlebih di Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Ini adalah nikmat, karunia, dan anugerah Allah SWT yang harus disyukuri dengan kesungguhan belajar, keikhlasan beribadah, dan ketaatan kepada seluruh aturan pesantren.”
Beliau juga menegaskan bahwa POSHK bukanlah ajang perpeloncoan, melainkan proses pengenalan terhadap kehidupan pesantren agar para santri mampu beradaptasi dengan lingkungan, budaya, tata tertib, dan seluruh aktivitas pendidikan yang akan dijalani selama enam tahun ke depan.
“Tak kenal maka tak sayang. Karena itu, ikutilah setiap rangkaian kegiatan orientasi ini dengan penuh kesungguhan, kesabaran, dan semangat kebersamaan. Dari sinilah perjalanan besar kalian dimulai.”
K.H. Mulyadin turut mengingatkan bahwa kehidupan di pesantren tentu berbeda dengan kehidupan di rumah. Disiplin waktu, kehidupan bersama di asrama, serta berbagai keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan bagian dari proses pendidikan yang akan melahirkan pribadi yang tangguh, mandiri, disiplin, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.
Dalam pesannya kepada seluruh santri baru, beliau menyampaikan tiga bekal utama yang harus dijaga selama menuntut ilmu di Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Pertama, meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, karena menuntut ilmu merupakan ibadah dan jihad di jalan Allah. Kedua, memperbanyak doa agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, kemudahan dalam belajar, sekaligus terus mendoakan kedua orang tua agar diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelapangan rezeki. Ketiga, membangun ukhuwah dan kerja sama dengan sesama santri, karena saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan merupakan kunci untuk bertahan dan tumbuh bersama dalam kehidupan pesantren.
“Dengan niat yang lurus, doa yang terus dipanjatkan, dan ukhuwah yang kuat, Insya Allah kalian bukan hanya mampu bertahan di pesantren, tetapi juga akan melahirkan prestasi yang membanggakan dan menjadi kebanggaan kedua orang tua.”
Mengakhiri taujihnya, beliau mendoakan seluruh peserta agar senantiasa diberikan kesehatan, ketabahan, kesabaran, serta keberkahan dalam menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah.
Dengan penuh khidmat beliau kemudian mengucapkan:
“Bismillahirrahmanirrahim, dengan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Pekan Orientasi Santri Husnul Khotimah Tahun Pelajaran 2026/2027 secara resmi saya nyatakan dibuka.”
Serentak gema “Takbir! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” membahana di seluruh penjuru GSG Aridha Nursyahbani, disambut penuh semangat oleh seluruh hadirin sebagai penanda dimulainya perjalanan baru 1.170 santri Husnul Khotimah.
POSHK 33 bukan sekadar agenda penyambutan santri baru, tetapi menjadi gerbang awal pembentukan karakter, penguatan adab, penanaman nilai-nilai keislaman, serta pembiasaan budaya pesantren yang akan mengiringi perjalanan para santri menjadi insan berilmu, beriman, berakhlakul karimah, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan peradaban.
Selamat datang para pejuang ilmu. Selamat menapaki perjalanan panjang di Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Semoga setiap langkah menjadi ibadah, setiap perjuangan menjadi keberkahan, dan setiap cita-cita bermuara pada ridha Allah SWT.

