Kajian I’tikaf Tafsir Surat Ash-Shaff : Memaknai Kesatuan dalam Perjuangan Islam

Kajian I’tikaf Tafsir Surat Ash-Shaff : Memaknai Kesatuan dalam Perjuangan Islam

Kuningan – Kegiatan i’tikaf Masjid Husnul Khotimah di malam ke-28 Ramadhan menghadirkan ketua umum pengurus pusat Mapadi KH Abdul Rosyid, Lc., M.Ag., untuk mengupas tafsir Surat Ash-Shaff berdasarkan kitab Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb.

Mengawali kajiannya, KH Abdul Rosyid menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk berbagi ilmu di malam yang penuh keberkahan ini. Beliau mengingatkan para jamaah akan pentingnya memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan, khususnya malam-malam ganjil, dengan harapan meraih Lailatul Qadar.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Surat Ash-Shaff yang berarti barisan, secara umum memberikan pemahaman tentang pentingnya persatuan dan kesatuan dalam perjuangan Islam. Panitia i’tikaf pun mengusung tema “Memahami Makna Kesatuan dalam Perjuangan Islam” yang sejalan dengan kandungan surat tersebut.

KH Abdul Rosyid mengutip Sayyid Qutb yang menyebutkan dua sasaran utama dalam Surat Ash-Shaff. Pertama, menanamkan keyakinan yang mendalam dalam diri setiap Muslim bahwa risalah Islam adalah risalah terakhir dan sempurna, yang menyempurnakan risalah-risalah sebelumnya. Beliau mengilustrasikan hal ini dengan perumpamaan seorang yang membangun rumah megah namun ada satu batu bata yang belum terpasang, dan batu bata itulah yang dianalogikan dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna risalah kenabian. Risalah Islam bersifat universal, rahmatan lil alamin, dan dijanjikan akan dimenangkan oleh Allah SWT meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.

Kedua, berangkat dari keyakinan akan kesempurnaan dan kemenangan Islam, setiap Muslim harus memiliki kesadaran akan beban, amanah, dan tanggung jawab untuk mewujudkan hal tersebut. Hal ini mendorong seorang Muslim untuk memiliki niat yang tulus dan kuat dalam berjuang (jihad) di jalan Allah SWT. Perjuangan ini tidak hanya bersifat menunggu takdir, namun memerlukan usaha dan ikhtiar yang sungguh-sungguh dari setiap Muslim.

Dalam kajiannya, KH Abdul Rosyid juga menyoroti celaan Allah SWT kepada orang-orang yang perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya, terutama dalam konteks perjuangan. Beliau menekankan pentingnya keselarasan antara keyakinan, niat, perkataan, dan tindakan seorang Muslim.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan ayat yang menggambarkan Allah SWT mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur rapi, seolah-olah mereka adalah bangunan yang tersusun kokoh (bunyaanun marsus). Hal ini menekankan pentingnya komando dan ketaatan dalam sebuah jamaah atau organisasi Islam. Beliau mencontohkan bagaimana kesatuan dan kerahasiaan strategi perjuangan saudara-saudara di Palestina memberikan dampak yang luar biasa.

Di akhir kajiannya, KH Abdul Rosyid mengulas ayat pertama Surat Ash-Shaff yang menyebutkan tentang tasbihnya seluruh makhluk di langit dan di bumi kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan adanya kesatuan tugas dalam beribadah dan mengagungkan Allah SWT. Beliau juga menyinggung kisah-kisah Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS yang terdapat dalam surat ini, sebagai pelajaran tentang bagaimana amanah risalah bisa dicabut ketika terjadi pengkhianatan dan penyelewengan.

Panitia berharap dengan adanya kajian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta i’tikaf tentang pentingnya persatuan, kesatuan, dan kesungguhan dalam menjalankan ajaran Islam dan memperjuangkannya di muka bumi. Kegiatan ini menjadi momentum penting di penghujung Ramadhan untuk memperkuat keimanan dan komitmen sebagai seorang Muslim.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp