
Apresiasi Guru Ngaji, Husnul Khotimah Peduli Bagikan 268 Bingkisan
KUNINGAN — Program Husnul Khotimah Peduli menyalurkan sebanyak 268 bingkisan kepada para guru ngaji yang tersebar di desa penyangga Pondok Pesantren Husnul Khotimah serta sejumlah desa lainnya di Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang berlangsung pada bulan Ramadan ini menjadi bentuk apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang istiqamah membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Direktur Husnul Khotimah Peduli Ustadz Ucup Supriyatna, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pesantren untuk terus memperhatikan para pengajar Al-Qur’an di lingkungan sekitar pesantren.
“Alhamdulillah, pada sore hari ini di bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini kita dapat berkumpul dalam rangka pembagian bingkisan kepada para guru ngaji. Ini merupakan salah satu program kami dari Husnul Khotimah Peduli sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada para guru ngaji di desa penyangga,” ujarnya.
Menurutnya, perjuangan para guru ngaji dalam membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an merupakan amal yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Meski bingkisan yang diberikan tidak sebanding dengan perjuangan mereka, program ini diharapkan menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral dari pesantren.
“Bingkisan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan perjuangan Bapak dan Ibu sekalian dalam membimbing anak-anak di pengajian. Namun ini adalah ikhtiar kami untuk berbagi perhatian dan berharap dapat memberikan manfaat,” katanya.
Sementara itu, Ketua I Yayasan Husnul Khotimah, H. Maman Kurman, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru ngaji yang telah mengabdikan diri dalam pendidikan Al-Qur’an.
“Bapak dan Ibu sekalian adalah orang-orang pilihan di sisi Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, khairukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu, sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan Al-Qur’an di era digital saat ini. Menurutnya, anak-anak sering kali lebih tertarik pada gawai dibandingkan belajar mengaji, sehingga kesabaran dan ketelatenan para guru ngaji menjadi sangat penting.
“Zaman sekarang anak-anak lebih tertarik pada HP daripada belajar mengaji. Karena itu dibutuhkan kesabaran dan ketabahan dari para guru ngaji agar anak-anak tetap semangat belajar Al-Qur’an,” ujarnya.
Salah satu guru ngaji dari Desa Manis Kidul, Ustadz Ade Kosasih, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Yayasan Husnul Khotimah kepada para guru ngaji di desa penyangga.
“Saya sebagai guru ngaji mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Husnul Khotimah dan seluruh para donatur yang telah berbagi bingkisan kepada para guru ngaji. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan menjadi keberkahan dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga berharap agar Yayasan Husnul Khotimah terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga Yayasan Husnul Khotimah senantiasa eksis dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Husnul Khotimah berharap sinergi antara pesantren dan masyarakat semakin kuat dalam membina generasi muda yang mencintai Al-Qur’an serta menjadikannya pedoman hidup.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mudir Ma’had Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H., sebagai harapan agar para guru ngaji senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam membimbing generasi Qur’ani di tengah masyarakat.

