
Dari Husnul Khotimah untuk Umat: 673 Santri Diwisuda, 93 Menjadi Hafidz Al-Qur’an
Kuningan – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti pelaksanaan Haflah At-Takhorruj santri kelas XII Tahun Pelajaran 2025–2026 yang digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026 bertepatan dengan 20 Dzulhijjah 1447 H. Sebanyak 673 santri resmi dilepas sebagai alumni setelah menempuh pendidikan dan pembinaan di pesantren selama bertahun-tahun.
Dalam sambutannya, Mudir Mahad HK1, Kiai Mulyadin, Lc., MH. menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta haflah yang telah menyelesaikan masa pendidikan dengan penuh perjuangan dan kesungguhan.
“Hari ini adalah bukti bahwa setiap kesungguhan tidak pernah mengkhianati hasil. Hari ketika air mata perjuangan bertemu dengan senyum kebahagiaan,” ungkapnya di hadapan para santri, orang tua, dan tamu undangan.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan para santri bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Berbagai pengorbanan telah dilalui, mulai dari menghafal Al-Qur’an di tengah rasa lelah, melawan kejenuhan, hingga menjaga semangat belajar saat orang lain beristirahat.
Kepada para lulusan, beliau berpesan agar tidak menjadikan hafalan Al-Qur’an sekadar prestasi yang tersimpan dalam piagam penghargaan. Al-Qur’an harus terus dijaga melalui murajaah, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup mereka.
“Jangan biarkan hafalan hanya menjadi kenangan yang tersimpan dalam piagam penghargaan. Jagalah Al-Qur’an sebagaimana Al-Qur’an telah menjaga kalian,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, pihak pesantren juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh orang tua santri atas kepercayaan yang telah diberikan selama proses pendidikan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan kerja keras ayah serta ibu yang senantiasa mendampingi dari balik layar.
“Jika hari ini ada orang yang paling layak menerima ucapan terima kasih, maka mereka adalah ayah dan ibu kalian. Keberhasilan hari ini bukan hanya hasil kerja keras kalian, tetapi juga hasil dari air mata dan doa yang mereka panjatkan,” tuturnya.
Selain pelepasan lulusan, haflah juga menjadi momentum penyampaian berbagai capaian akademik dan kepesantrenan santri kelas XII tahun pelajaran 2025–2026. Alhamdulillah, 100 persen santri berhasil menuntaskan target minimal hafalan Al-Qur’an sebanyak lima juz serta hafalan Hadits Arba’in An-Nawawiyah.
Alhamdulillah, 100% santri telah menuntaskan target ujian hafalan Al-Qur’an sesuai muqarrar 5 juz serta hafalan Hadits Arba’in An-Nawawiyah. Sebanyak 449 santri memiliki hafalan antara 6 hingga 20 juz, 7 santri memiliki hafalan 20 hingga 29 juz, dan 93 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Bahkan 6 orang santri berhasil menasmikan 30 juz dalam satu kali duduk dan 10 santri berhak mendapatkan sanad riwayat Imam Hafsh dan Imam Syu’bah dari Imam ‘Ashim,.
Di bidang akademik, tingkat kelulusan mencapai 100 persen melalui penilaian komprehensif yang mencakup aspek akademik, tahfiz, dan akhlak.
Sementara itu, capaian penerimaan perguruan tinggi juga menunjukkan hasil yang membanggakan. Dari 673 lulusan, tercatat 63 santri diterima melalui jalur SNBP, 14 santri diterima di politeknik dan sekolah kedinasan, enam santri di perguruan tinggi keagamaan negeri, 51 santri melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya Mesir, 222 santri diterima melalui jalur SNBT, 23 santri diterima di perguruan tinggi swasta favorit, serta 53 santri melalui jalur mandiri dan jalur lainnya. Data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah.
Kepada santri yang masih berjuang mendapatkan kampus impian, beliau memberikan motivasi agar tetap optimistis dan tidak berputus asa.
“Tidak semua kesuksesan datang pada waktu yang sama. Kadang Allah menunda sesuatu bukan karena menolak, tetapi karena sedang menyiapkan yang lebih baik,” ujarnya.
Menjelang akhir sambutan, beliau mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga nilai-nilai pesantren, menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, dan menjadikan dakwah sebagai jalan hidup di mana pun mereka berada.
“Apapun profesi yang akan kalian pilih, baik menjadi insinyur, pengusaha, ulama, maupun profesi lainnya, jadikan dakwah sebagai jalan perjalanan hidup kalian. Kalian adalah kehormatan pesantren dan wajah Islam yang akan dilihat masyarakat.”
Haflah At-Takhorruj tahun ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri di pesantren, sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat sebagai generasi Qur’ani yang diharapkan mampu membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan umat.
“Perpisahan ini bukan akhir dari sebuah kisah, melainkan awal menuju kehidupan yang luar biasa,” pungkasnya.
Daftar Santri Putra Hafidz 30 Juz Al Quran
- Mukhlis Kamil
- Muhammad Azmi Aisyi
- Izzat Karimi Ramadhan
- Fauzan Azka Ramadhan
- Abyan Saiffathan Mubina
- Yusuf Fakhri Alfarisi XII PK 1
- Rafa Muda Caesar
- Fathi Fadhlurrahman
- Musyafa Ariq Muhammad
- Muhammad Thauri
- Ahmad Syaikhul Mujadid
- Husen Jundana Harahap
- Fadel Khairi Helmi
- Zaid Refati Al Mahfudzi
- Khoiroz Zaadit Taqwa M
- Muhammad Alkhawarizmi Al-Firdaus
- Salman Khulayfi
- Muhammad sultan Hade Putrawan
- Zian Akya Zelvian
- Muhammad Qossam Amrul Haq
- Muhammad Fauzan Hidayatullah
- Muhammad Refa Muyassar
- Muhammad Fathin Mujahid
- Rifqi Aunur Rahman
- Muhammad Ridwan Fadlurrahman
- Hanif Mustafa Alfarisi
- Azka Abdullah Sidiq
- Muhammad Iqbal Al Aqsho
- Aqila Hamidzan Rahman
- Muhammad Azzam
- Muhammad Najib
- M Rafi Muyassar
- Yasir Ats Tsabit
- Lingga Mulya warman
- Fawwaz Khoirul Azzam
- Irsyad Akhlasa Taqy
- Jazmi Adwa Asy Syamil
- Rifqi Mohamad Althaaf Al Buchori
- Hanif Faishal Abdillah
- Nawaf Amzar Al-Risyad
- Kayyis Mahmud
- Akmal Nurseha
- Hilal Abdurrahman
Daftar Santri Putri Hafidz 30 Juz Al Quran
- Saniyyah Imtiyaaz
- Farisa Sabila Yassaroh
- Ishfahani Nailul Mufarrahah
- Haniya Nailatul Izzah
- Nafisa Aulia Rosyidin
- Najma Haniya
- Naila Amani Salsabila
- Syifa Qathrunnada Salsabila
- Fairuz Salimah
- Zulfa Rihadatul ‘Aisy
- Jihan Salsabila Ramadhani
- Refah Syakirah Azzuhrah
- Naura Shofwah Firdausiyya
- Nailah Huwaida Mumtaz
- Jihan Naufazka Zaekhan
- Nimas Qissya Abhiesa Al Maulida
- Farhah Nida’ul Mujahidah
- Ghina Labiba Shofi
- Farras Rumaisya
- Muharmadina Kamila
- Humaira Nur Afifah Salsabila
- Fatimah Asma Karimah
- Dinda Laila Putri Gunawan
- Mariya Fathin Hameedatuzzahra
- Najla Aulia
- Lathifah As Suri
- Maryam Ummu Musfiroh
- Farah Maliha Amany
- zahsy madina rizki
- Hilwa Fathiya Salam
- Mezzaluna Putri Wijaya
- Syita Arrahma
- Elha Almaghfiroh
- Alifah Dzatil Izzah
- lqna Sa’adatin Nisa
- Rifka Nayla Syafiqoh
- Jauharah Hilyata Azkia
- Annisa Rahma Agilah
- Saina Haura Ghaisani
- Khansa Belva Nahilah
- Renayya Naura Fayza
- Mufida Sholihatun Nisa
- Shazia Kamila
- Riham Hafiyya
- Sotiyyah Sa diyyah Rakha Linah
- Qonita Naila Syahada
- Radityarahmah Cahya Meilia
- Dhiya Aufa Rahman
- Hanan
- Sherly Citra Nur Amelia

