Taqdir Tuhan: Ikhtiar dan Keistiqomahan

Taqdir Tuhan: Ikhtiar dan Keistiqomahan

Oleh Kosim, S.S
(Guru MTs Husnul Khotimah)

Penilaian Tengah Semester (PTS) tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang dinanti dan dirindukan seluruh umat Islam di seluruh dunia, sejak bulan Rajab dan Sya’ban, sebagaimana yang tertuang dalam lantunan do’a yang cukup masyhur: “Allahumma barik lana fi Rojaba wa Sya’bana wa balighna Ramadhan.”

Tak terasa Ramadhan pun sudah kita lalui hampir setengah perjalanan. Hari ini, Selasa, 3 Maret 2026, kita sudah memasuki hari ke-14 Ramadhan. Tentu banyak pelajaran yang sudah kita dapatkan melalui madrasah Ramadhan. Di antaranya adalah peningkatan sikap disiplin dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan Ramadhan, seperti tarawih, tadarus, infaq, dan shodaqoh.

Namun, ada yang menarik. Pagi itu, saat sedang menyimak setoran hafalan santri di teras depan ruang kantor guru funsional, di sebelah kanan saya duduk pula santri lain sambil membaca buku sambil menguatkan persiapan materi pelajaran yang sudah dipelajari saat KBM reguler dilaksanakan.

Kebetulan pagi itu jadwal materi pelajaran saya akan diujikan di jam pertama. Karena ia membaca persis bersebelahan di samping kanan saya, maka saya bisa melihat dengan jelas halaman dan materi yang sedang ia persiapkan.

Dalam hati kecilku berkata, seandainya ia tahu materi yang sedang ia baca tidak masuk dalam soal ujian, tentu ia tidak akan baca berulang dan mati-matian, karena buat apa dibaca kalau tidak ada dalam soal materi ujian. Berhubung ia tidak tahu, maka ia pun terus mengulang meskipun tidak masuk dalam soal ujian. Seketika fikiran saya melayang membayangkan terkait taqdir Tuhan yang sudah dicatat dengan rapih dan sudah ditetapkan bagi setiap insan yang berakal.

Kenapa kita harus berikhtiar, berangkat pagi pulang sampai larut malam, meskipun Allah, memang sudah mengetahui taqdir setiap insan. Tapi kita sebagai manusia belum tahu taqdir kita setiap harinya, makanya kita diwajibkan berikhtiar untuk mengetahui taqdir kita hari ini, esok, dan hari-hari kemudian. dari PTS kita memahami arti taqdir Tuhan..

Ya Rabb, karunikan kepada hamba-Mu keistiqomahan dalam menjemput taqdir-Mu, sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat-Mu yang tak terbilang

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP