Meneguhkan Peran Setiap Kita adalah HUMAS dan Setiap Kita adalah DAI

Meneguhkan Peran Setiap Kita adalah HUMAS dan Setiap Kita adalah DAI

(Refleksi Evaluasi Tengah Tahun YHK)
Oleh Imam Nur Suharno
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita melakukan interaksi dengan antarsesama, baik dalam lingkup pribadi maupun profesional. Setiap interaksi yang kita lakukan dapat mempengaruhi citra dan reputasi kita di mata orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari bahwa setiap kita adalah humas, atau lebih tepatnya, setiap kita adalah duta bagi diri sendiri dan organisasi, komunitas dan lembaga tempat kita bekerja yang kita wakili.

Penulis sebagai orang yang diamanahi di Divisi Humas dan Dakwah yang disingkat menjadi HUDA memiliki tanggung jawab membawa visi dan misi membangun citra positif lembaga. Oleh karena itu, penulis memiliki tagline agar mudah diingat yaitu “Setiap kita adalah HUMAS dan Setiap kita adalah DAI”.

Setiap Kita adalah HUMAS

Sebagai HUMAS, kita memiliki tanggung jawab untuk membangun dan memelihara citra yang positif. Ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang bekerja di bidang HUMAS atau public relations, tetapi juga bagi setiap individu yang berinteraksi dengan orang lain. Setiap kata yang kita ucapkan, setiap tindakan yang kita lakukan, dan setiap postingan yang kita bagikan di media sosial dapat mempengaruhi bagaimana orang lain memandang kita dan lembaga kita.

Dalam konteks profesional, menjadi HUMAS berarti kita harus mampu mewakili organisasi atau lembaga dengan baik. Ini termasuk memberikan informasi yang akurat, menjawab pertanyaan dengan sopan, dan menangani krisis dengan efektif. Namun, menjadi HUMAS tidak hanya tentang pekerjaan; ini juga tentang bagaimana kita berinteraksi dengan keluarga, teman, dan masyarakat luas.

Setiap Kita adalah DAI

Selain menjadi HUMAS, setiap kita juga dapat berperan sebagai DAI, atau penyampai pesan kebaikan dan kebenaran. Dalam Islam, konsep dakwah sangat penting, dan setiap muslim diharapkan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan. Namun, menjadi DAI tidak hanya terbatas pada konteks agama; ini juga tentang bagaimana kita dapat memberikan pengaruh positif kepada orang lain melalui tindakan dan perilaku kita.

Sebagai DAI, kita memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai yang baik dengan orang lain. Ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti memberikan nasihat, menjadi contoh yang baik, atau berbagi informasi yang bermanfaat. Dengan menjadi DAI, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga menjalankan visi lembaga, berbasis dakwah dan tarbiyah. Karenanya setiap kita mesti berkarakter DAI.

Peran HUMAS dan DAI

Ketika kita menggabungkan peran HUMAS dan DAI, kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai HUMAS, kita dapat membangun citra yang positif dan mempengaruhi orang lain melalui interaksi yang baik. Sebagai DAI, kita dapat menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain.

Dengan menyadari bahwa setiap kita adalah HUMAS dan DAI, maka kita mesti meningkatkan kesadaran diri kita tentang pentingnya berinteraksi dengan baik dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Dalam setiap interaksi, kita memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih baik, menyebarkan kebaikan, dan menciptakan dampak yang positif.

Sebaliknya, jika kita berperilaku negatif maka akan dapat berdampak citra negatif pula terhadap lembaga tempat kita berada. Oleh karena itu, sudah semestinya jika setiap kita harus memantaskan diri dengan karakter seorang HUMAS dan DAI. Dan, untuk menjadi pribadi yang berkarakter HUMAS dan DAI setiap kita mesti mengikuti pembinaan pekanan secara intens, terukur dan terevaluasi secara masif.

Dengan demikian, bahwa setiap kita memiliki peran ganda sebagai HUMAS dan DAI dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyadari peran ini, kita dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya berinteraksi dengan baik dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Dengan menjadi HUMAS yang baik dan DAI yang efektif, maka kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar terhadap lembaga tempat kita berada. Semoga.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp