Perkuat Kompetensi Guru, MA Husnul Khotimah Gelar IHT Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Penguatan Administrasi Pembelajaran

Perkuat Kompetensi Guru, MA Husnul Khotimah Gelar IHT Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Penguatan Administrasi Pembelajaran

Kuningan – Madrasah Aliyah (MA) Husnul Khotimah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Penguatan Administrasi Pembelajaran, yang diikuti oleh 132 guru MA Husnul Khotimah.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman mengenai paradigma pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, serta terbangunnya hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta.

Membuka kegiatan tersebut, Mudir Mahad Husnul Khotimah 1, Kiyai. Mulyadin, Lc., M.H., menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman, akhlak, dan kepribadian.

Beliau menyampaikan bahwa konsep Kurikulum Berbasis Cinta sangat selaras dengan nilai-nilai pendidikan pesantren yang selama ini menjadi ruh pembinaan santri di Husnul Khotimah. Pendidikan yang dilandasi cinta akan membangun kedekatan emosional antara guru dan santri sehingga proses tarbiyah berlangsung lebih efektif, menyentuh hati, dan membekas dalam kehidupan peserta didik.

“Pesantren tidak hanya mendidik santri agar menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga membentuk mereka menjadi insan yang berakhlakul karimah, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada umat. Karena itu, guru harus mampu menghadirkan keteladanan, kasih sayang, dan perhatian dalam setiap proses pendidikan. Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran,” tutur Kiyai. Mulyadin, Lc., M.H.

Beliau juga mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai sarana meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Dengan semangat belajar yang berkelanjutan, para guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, menyenangkan, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter dan prestasi santri. Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh guru untuk terus memperkuat sinergi antara pendidikan madrasah dan pendidikan pesantren demi mewujudkan visi Husnul Khotimah dalam mencetak generasi Qurani, berakhlakul karimah, berprestasi, dan berwawasan global.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Hj. Atiyah Suharti, M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai konsep dan urgensi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas harus dibangun di atas fondasi cinta, kasih sayang, kepedulian, serta penghargaan terhadap setiap potensi peserta didik.

Selain itu, beliau juga mengupas secara mendalam implementasi Panca Cinta dalam pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai landasan dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan mampu membangun karakter peserta didik secara utuh. Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, guru diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing yang mampu menginspirasi, memotivasi, dan menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.

Sementara itu, Kepala MA Husnul Khotimah, Ust. Danni Abdurrahman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan IHT ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah untuk terus meningkatkan profesionalisme guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi seluruh guru MA Husnul Khotimah, baik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta maupun dalam penguatan administrasi pembelajaran. Guru yang kompeten akan mampu mendampingi para santri dengan lebih baik sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas proses pembelajaran dan perkembangan karakter santri di MA Husnul Khotimah,” ungkapnya.

Pelaksanaan IHT berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan semangat, aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menggali berbagai strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sehari-hari. Tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual, kegiatan ini juga menjadi sarana menyamakan persepsi seluruh guru dalam menyusun administrasi pembelajaran yang efektif, sistematis, dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, MA Husnul Khotimah berharap seluruh tenaga pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai cinta. Dengan guru yang terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berinovasi, MA Husnul Khotimah optimistis mampu melahirkan generasi santri yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam akhlak, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan negara.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp