
Evaluasi Halaqoh dan Dauroh Murobbi HK2 Kuningan Perkuat Pembinaan Santri Berkarakter Rabbani
Kuningan, 11 Juli 2026 – Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan menggelar Rapat Evaluasi Halaqoh sekaligus Dauroh Murobbi pada Sabtu (11/7/2026) di Aula Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meninjau pelaksanaan halaqoh selama satu semester terakhir sekaligus memperkuat peran para murobbi dalam membina karakter santri.
Rapat evaluasi dipimpin oleh Kepala Urusan Ruhiyah dan Halaqoh Tarbawiyah HK2, Ustadz Tata Sugiarta. Dalam forum tersebut, seluruh peserta membahas capaian, tantangan, serta langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pembinaan halaqoh di lingkungan pesantren.
Mengusung tema “Murobbi dan Santri Betah di Halaqoh, Karakter Pun Tumbuh”, kegiatan dilanjutkan dengan dauroh yang menghadirkan H. Rijaludin, S.Pd. sebagai pemateri. Tema tersebut menegaskan pentingnya membangun suasana halaqoh yang nyaman, produktif, dan mampu menumbuhkan karakter Islami secara berkesinambungan.
Mudir Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan, KH. Fauzi Muhammad Ali, Lc., Gr., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh murobbi yang terus mengabdikan diri dalam mendampingi para santri.
“Jazakumullahu khairan katsiran. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas kehadirannya dan atas dedikasinya sebagai murobbi. Semoga Allah membalas seluruh pengabdian ini dengan pahala yang berlipat ganda. Kami berharap dauroh ini memberikan inspirasi dan memperkuat semangat dalam menjalankan amanah pembinaan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, H. Rijaludin mengajak para peserta untuk memahami substansi tema dauroh dengan melihat tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, banyaknya lembaga pendidikan dengan beragam pendekatan menjadi pengingat bahwa keberlangsungan sebuah lembaga sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan karakter yang dilakukan secara konsisten.
“Mari kita melihat substansi dari tema ini. Lembaga pendidikan di negeri kita sudah sangat banyak dengan berbagai gaya dan ciri khas. Yang perlu kita renungkan adalah apa yang membuat sebuah lembaga mampu bertahan dan terus menginspirasi. Jawabannya tidak lepas dari kualitas tarbiyah yang dibangun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama tarbiyah adalah mewujudkan kader rabbani yang memiliki empat karakter utama, yaitu syakhsiyah Islamiyah, syakhsiyah da’iyah, syakhsiyah harakiyah, dan syakhsiyah jama’iyah.
Menurutnya, tarbiyah merupakan proses panjang yang tidak dapat dicapai secara instan. Setiap mutarobbi dipersiapkan untuk memiliki kesadaran sebagai bagian dari kepemimpinan umat sekaligus mampu menjalankan perannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa syakhsiyah Islamiyah diwujudkan melalui pribadi muslim yang utuh dengan akidah yang lurus, ibadah yang benar, dan akhlak yang mulia. Syakhsiyah da’iyah tercermin pada pribadi yang aktif mengajak kepada kebaikan. Sementara syakhsiyah harakiyah ditandai dengan keterlibatan dalam berbagai program dakwah, semangat berjamaah, dan kesiapan berkorban untuk perjuangan Islam. Adapun syakhsiyah jama’iyah diwujudkan melalui semangat kebersamaan, kedisiplinan dalam sistem, ketaatan kepada kepemimpinan, serta loyalitas terhadap perjuangan.
Melalui evaluasi dan dauroh ini, Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan berharap para murobbi semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan. Halaqoh tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter yang melahirkan generasi rabbani yang siap memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan agama.

