
Perkuat Tata Kelola Lembaga, Yayasan Husnul Khotimah Gelar Pelatihan Auditor Bersama IAPI
KUNINGAN – Yayasan Husnul Khotimah Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Auditor yang digagas oleh Divisi HRD dan Personalia Yayasan Husnul Khotimah Kuningan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (9–10 Juli 2026), ini bertempat di Aula Darul Arqom, Pondok Pesantren Husnul Khotimah, dan diikuti oleh pengurus yayasan, pengelola pesantren, serta peserta dari berbagai pondok pesantren di Indonesia.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang audit internal, sekaligus memperkuat sistem pengendalian dan pengawasan keuangan lembaga. Selain dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Husnul Khotimah dan pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, kegiatan ini juga menghadirkan peserta dari sejumlah pesantren yang memiliki komitmen untuk mengembangkan tata kelola lembaga yang lebih profesional.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, panitia menghadirkan Tubagus Manshur, S.E., Ak., M.Acc., BKP., CA., ASEAN CPA., CPA., CFI., Anggota Dewan Pengurus Nasional Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, peserta dibekali berbagai materi mengenai audit internal, manajemen risiko, sistem pengendalian internal, hingga penerapan standar audit dan akuntansi yang relevan bagi lembaga pendidikan dan pesantren.
Ketua I Yayasan Husnul Khotimah, H. Maman Kurman, S.H., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar yayasan dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi. Menurutnya, keberadaan auditor internal yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan lembaga yang efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap lahir sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang audit, sehingga sistem pengendalian internal di lingkungan Yayasan Husnul Khotimah dapat berjalan semakin baik sesuai dengan standar yang berlaku,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al-Hafidz, menegaskan bahwa penguatan tata kelola lembaga merupakan bagian dari amanah yang harus dijaga oleh seluruh insan yayasan. Menurutnya, profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari integritas dan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan dalam setiap pekerjaan.
“Pelatihan Auditor ini bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis dalam melakukan audit, tetapi juga membangun karakter amanah, profesional, dan bertanggung jawab. Setiap amanah yang kita emban akan dimintai pertanggungjawaban, sehingga budaya transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari nilai yang kita jaga bersama,” tutur KH. Mu’tamad.
Beliau berharap pelatihan ini mampu melahirkan auditor-auditor internal yang memiliki kompetensi tinggi, integritas, serta pemahaman syariah yang kuat sehingga mampu mengawal tata kelola lembaga secara profesional. Dengan demikian, Yayasan Husnul Khotimah dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang modern, unggul, dan dipercaya masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Tubagus Manshur menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Husnul Khotimah yang dinilainya menjadi salah satu pesantren yang memiliki perhatian besar terhadap penguatan tata kelola keuangan melalui audit. Ia berharap kerja sama yang terjalin dengan IAPI dapat menjadi awal lahirnya auditor dan akuntan publik dari kalangan pesantren.
Menurutnya, perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu audit dan akuntansi, tetapi juga memiliki pemahaman syariah yang kuat. Karena itu, ia membuka peluang kolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Husnul Khotimah dalam pengembangan program sertifikasi auditor syariah. Ia juga mengajak para santri untuk mengambil peran strategis sebagai auditor, akuntan publik, maupun profesional di bidang keuangan syariah.
“Kami berharap lahir auditor dan akuntan publik dari lingkungan pesantren yang memiliki kompetensi profesional sekaligus memahami nilai-nilai syariah. Indonesia membutuhkan lebih banyak SDM seperti itu untuk mendukung perkembangan industri keuangan syariah,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan positif yang disampaikan selama pelatihan. Perwakilan Pondok Pesantren Terpadu Al Multazam, Yana Nuryana Fatah, mengaku memperoleh banyak pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan pesantrennya guna meningkatkan kualitas tata kelola lembaga.
Hal serupa disampaikan oleh perwakilan Pondok Pesantren Al Hasan Bekasi, Abdul Shukroni. Menurutnya, pelatihan ini memberikan bekal yang sangat bermanfaat dalam memahami mekanisme audit keuangan yang baik. Ia menegaskan bahwa audit merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang mengajarkan kehati-hatian dan tanggung jawab dalam mengelola amanah, khususnya di bidang keuangan.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas & Dakwah Yayasan Husnul Khotimah, KH. Imam Nur Suharno, M.Pd.I, menilai pelatihan auditor bukan hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat kesadaran spiritual dalam bekerja. Ia mengingatkan bahwa setiap pekerjaan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT sehingga profesionalisme harus berjalan beriringan dengan nilai amanah dan keikhlasan.
“Pada akhirnya, audit yang paling utama adalah ketika setiap amal dan pekerjaan kita dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap tugas yang kita emban harus dilandasi keikhlasan, profesionalisme, dan semangat memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Melalui Pelatihan Auditor ini, Yayasan Husnul Khotimah Kuningan berharap mampu membangun budaya kerja yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel di seluruh unit kerja. Kolaborasi dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak auditor-auditor internal yang kompeten, berintegritas, serta memiliki landasan nilai-nilai syariah yang kuat, sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.

