
Tiga Santri HK Raih Bronze Medal di IBPC Malaysia
KUNINGAN — Santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tiga santri jenjang Madrasah Aliyah (MA) berhasil meraih Bronze Medal (Medali Perunggu) dalam ajang bergengsi 2nd International Business Plan Competition (IBPC) 2026.
Kompetisi internasional tersebut diselenggarakan oleh Entrepreneurship Factory for Youth Community bekerja sama dengan Majelis Perwakilan Pelajar Universitas Utara Malaysia (UUM). Ajang ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan ide, kreativitas, serta kemampuan dalam menyusun dan mempresentasikan perencanaan bisnis.
Tiga santri MA Husnul Khotimah yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah Muhammad Abdul Karim dari kelas 12 IPS A2, serta Muhammad Farras dan Panca Legenda dari kelas 12 IPS A3.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan santri dalam mengembangkan potensi di berbagai bidang, khususnya kewirausahaan, inovasi, dan perencanaan bisnis. Pengalaman berkompetisi dalam ajang internasional juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengasah kemampuan berpikir, berkomunikasi, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi peserta dari berbagai negara.
Kepala Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, Ust. Danni Abdurahman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para santri. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan beragam potensi yang dimiliki.
“Alhamdulillah, capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi madrasah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga berani menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah business plan serta berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujar Ust. Danni.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi internasional dapat membentuk mental santri agar semakin percaya diri, kreatif, dan memiliki wawasan yang luas.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti pada sebuah medali, tetapi menjadi proses pembelajaran bagi para santri untuk terus berani mencoba, berinovasi, dan melihat peluang. Santri harus memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif,” tambahnya.
Sementara itu, Mudir Mahad HK 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H. menilai capaian tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan ruang kepada santri untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaiknya.
“Prestasi ini patut kita syukuri. Pendidikan di pesantren bukan hanya tentang penguasaan ilmu, tetapi juga bagaimana santri mampu mengembangkan potensi, menyelesaikan persoalan, menghasilkan gagasan, dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pengalaman mengikuti kompetisi seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan para santri juga perlu dipandang sebagai motivasi untuk terus membangun budaya berprestasi di lingkungan pesantren.
“Yang lebih penting dari sebuah penghargaan adalah proses yang dilalui. Mudah-mudahan anak-anak kita terus memiliki semangat untuk belajar, berani berkompetisi, dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Kita ingin melahirkan generasi yang memiliki ilmu, karakter, kompetensi, dan mampu memberikan kontribusi positif di tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi di berbagai bidang. Bekal ilmu, karakter, dan pengalaman selama menempuh pendidikan di pesantren diharapkan dapat menjadi modal bagi santri untuk terus berkarya dan berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

