TETAPLAH BAIK …

TETAPLAH BAIK …

Oleh Fauzi Muhammad Ali

 

Abnaa-ii yang ustadz cintai karena Allah. Dengar baik-baik, hidup di pondok pesantren ini bukan hanya menuntut kalian pintar baca kitab. Tapi yang paling utama: menjaga hati tetap baik, meski dunia di luar sana tidak selalu baik. Ustadz berpesan kepada kalian sebagai berikut.

Pesan pertama, jangan tukar akhlakmu karena perlakuan orang. Kalian akan bertemu banyak manusia. Ada yang memuliakan, ada yang menyakiti. Wajar. Tapi ingat firman Allah SWT: “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fussilat: 34). Membalas buruk itu mudah. Tapi menahan diri dan membalas dengan akhlak itu kerjaan orang-orang pilihan Allah. Kalian mau jadi orang biasa, atau jadi pilihan-Nya?

Pesan kedua, kuat itu bukan otot, tapi iman. Rasulullah SAW bersabda: “Orang kuat bukan yang menang gulat. Tapi yang bisa menahan dirinya ketika marah.” (HR Bukhari dan Muslim). Di pesantren ustadz latih kalian bukan jadi jago berantem. Tapi jago menahan lisan, menahan emosi, menahan dendam. Karena santri yang mulia itu santri yang hatinya lembut, bukan tangannya yang kasar.

Pesan ketiga, kebaikan tulus tidak butuh panggung. Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata: “Orang paling tinggi derajatnya adalah yang tidak melihat derajat dirinya.” Kalian mengaji, khidmah, menjaga adab ke ustadz, membantu teman, lakukan semua itu karena Allah. Jangan karena mau dipuji. Jangan karena mau dipanggil “santri teladan”. Lelah jadi orang baik? Wajar. Tapi Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At-Taubah: 120).

Pesan keempat, kebaikan itu investasi akhirat. Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata: “Kebaikan itu memberi cahaya di wajah, nur di hati, kuat di badan, lapang rezeki, dan dicintai manusia.” Mau wajah kalian bercahaya walau begadang menngaji? Jaga akhlak. Mau hati tenang walau ujian datang silih berganti? Jaga akhlak. Mau rezeki lancar setelah lulus nanti? Jaga akhlak dari sekarang.

Puncaknya, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).

Abnaa-ii… Jangan pernah berubah menjadi buruk hanya karena pernah diperlakukan buruk. Jangan padamkan cahayamu hanya karena lingkunganmu yang gelap. Tetaplah baik. Tetaplah lembut. Tetaplah menjadi alasan orang lain merasa tenang. Karena dunia boleh lupa jasa kalian, tapi langit selalu mencatatnya. Dan ustadz yakin, kalian semua bisa menjadi santri yang dirindukan surga. Amin.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp