
PRO KONTRA PENGGUNAAN AI DI DUNIA AKADEMISI
Oleh Aida Qurrotul Aini
Mahasiswa Prodi Hukum Ekonimi Syariah Semester 7 STIS-HK
Perkembangan pada abad ke-20 tidak dapat dipisahkan dari kemajuan teknologi. Dalam era globalisasi, teknologi memegang peranan penting dalam menunjang keberlangsungan kehidupan manusia, khususnya dalam bidang pendidikan. Kemajuan teknologi pendidikan yang semakin pesat telah menciptakan sistem pembelajaran yang serba cepat dan instan. Kondisi ini menuntut pendidik dan peserta didik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun demikian, kemajuan tersebut tidak selalu membawa dampak positif. Adanya tuntutan dan tekanan untuk mengikuti perkembangan teknologi tidak sepenuhnya dapat diterima oleh semua pihak. Hal ini menimbulkan dilema, terutama bagi mahasiswa sebagai kelompok yang paling sering berinteraksi dengan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Nasution et al., 2025).
AI dapat digunakan untuk memberikan dukungan pembelajaran kepada mahasiswa. Misalnya, AI dapat memberikan materi pembelajaran tambahan, menjawab pertanyaan seputar materi kuliah, atau memberikan latihan soal. Dengan adanya AI, mahasiswa dapat dengan mudah mengakses sumber daya pendukung pembelajaran di luar jam kuliah dan mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan individu mereka (Rifky, 2024).
Penggunaan AI dapat memberikan dampak positif kepada mahasiswa seperti pengerjaan tugas lebih terkesan lebih cepat dan mudah, dan AI memberikan data dan informasi yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa (Nasution et al., 2025).
Teknologi AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Sebagian besar mahasiswa menyatakan, teknologi AI memungkinkan mereka untuk memperoleh pembelajaran yang lebih personal, sesuai dengan kecepatan dan kebutuhan masing-masing. Hal ini menunjukkan, teknologi AI dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih adaptif dan responsif terhadap perbedaan individu, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Teknologi ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan umpan balik secara cepat dan terarah, yang sangat bermanfaat (Taufik et al., 2025).
Teknologi AI juga menghadirkan tantangan yang perlu diatasi. Banyak mahasiswa mengungkapkan kekhawatiran bahwa ketergantungan pada AI dapat mengurangi interaksi langsung antara mahasiswa dan dosen, serta menghambat pengembangan keterampilan sosial (Taufik et al., 2025).
Dengan demikian, penggunaan AI dalam dunia akademisi menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positif dari penggunaan AI antara lain memudahkan mahasiswa dalam mengakses sumber daya pembelajaran di luar jam kuliah, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengerjaan tugas, serta menyediakan data dan informasi yang relevan sesuai kebutuhan individu mahasiswa.
Sementara itu, dampak negatif yang perlu mendapatkan perhatian serius. Ketergantungan yang berlebihan terhadap AI dapat menyebabkan menurunnya minat membaca dan rendahnya tingkat literasi mahasiswa, karena mahasiswa cenderung mengandalkan hasil instan tanpa melalui proses analisis yang mendalam. Selain itu, penggunaan AI secara tidak bijak dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan daya nalar mahasiswa. Kekhawatiran lainnya, berkurangnya interaksi langsung antara mahasiswa dan dosen, yang berpotensi menghambat perkembangan keterampilan sosial, komunikasi akademik, dan nilai-nilai etika dalam pembelajaran.
Oleh karena itu, diperlukan solusi dan langkah strategis agar pemanfaatan AI dalam dunia akademisi tetap berada pada jalur yang positif. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menjadikan AI sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti peran mahasiswa maupun dosen.
Pendidik perlu memberikan pemahaman dan batasan etis dalam penggunaan AI, seperti mendorong mahasiswa agar tetap melakukan analisis mandiri, membaca sumber primer, dan mengembangkan argumen sendiri. Selain itu, institusi pendidikan perlu menyusun pedoman penggunaan AI yang berorientasi pada penguatan literasi digital, integritas akademik, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Dengan pendekatan yang seimbang dan bijak, maka AI dapat menjadi sarana pendukung yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan tanpa menghilangkan esensi pembelajaran itu sendiri.

