
Haul Ke-10 KH. Sahal Suhana, S.H. : Merawat Warisan Pengabdian, Meneguhkan Keikhlasan
KUNINGAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Makbarah Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam pada Jumat, 7 Agustus 2026, saat ribuan jamaah menghadiri Haul ke-10 KH. Sahal Suhana, S.H. bin Atma Perwata. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jejak perjuangan, mendoakan almarhum, sekaligus meneguhkan komitmen melanjutkan cita-cita beliau dalam membangun pendidikan dan dakwah.
Acara dihadiri oleh Keluarga Besar Almarhum KH. Sahal Suhana, di antaranya Ibunda Hj. Nining Rimawati, Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Multazam Husnul Khotimah, Keluarga besar Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah KH. Mu’tamad, M.Pd. Al Hafidz beserta jajaran pengurus, Mudir HK1 dab HK2, Kepala Divisi, Kepala Unit, Kepala Urusan, tokoh masyarakat, alumni, wali santri, serta ribuan santri.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Hadhoroh dan Surah Yasin yang dipimpin oleh Kasepuhan H. Nono Sudana, dilanjutkan doa yang dipimpin oleh KH. Dul Ahmad Bachtiar, Lc., M.Pd.I., Mudir Ma’had Al-Multazam 2. Suasana semakin khusyuk ketika seluruh jamaah bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum, memohon agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Multazam Husnul Khotimah, H. Uud Pandu Suandhana, S.Si., M.Pd mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk tidak berhenti pada mengenang sosok almarhum, tetapi meneruskan cita-cita perjuangan yang telah beliau bangun.
“Kita semua sebagai anak biologis maupun anak ideologis beliau harus terus melanjutkan cita-cita beliau.”
Sementara itu, sambutan Bupati Kuningan yang diwakilkan oleh Drs. Agus Basuki, M.Si, (Asda 3 Kuningan) menegaskan bahwa haul merupakan momentum untuk mengenang jejak perjuangan, meneladani akhlak, meneruskan cita-cita, serta mendoakan para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya demi agama, umat, dan bangsa.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa KH. Sahal Suhana dikenal sebagai sosok ulama, pendidik, dan pembimbing umat yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan berwawasan kebangsaan. Ilmu dan keteladanan yang beliau tanamkan akan terus hidup melalui para guru, para santri, dan seluruh keluarga besar pesantren.
Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Jajang Aisyul Muzakki, M.Pd.I. bertajuk “Melanjutkan Semangat Pengabdian dan Keikhlasan H. Sahal Suhana, SH.” Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah memaknai haul bukan sekadar mengenang seseorang yang telah wafat, tetapi menghadirkan kembali nilai-nilai pengabdian dan keikhlasan yang diwariskan almarhum kepada umat.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nining Rimawati turut menyampaikan rasa syukur, terima kasih, serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah, para ulama, keluarga besar pesantren, alumni, dan semua pihak yang selama ini terus menjaga serta melanjutkan perjuangan almarhum.
Dengan penuh ketulusan, beliau mengingatkan bahwa seluruh ikhtiar manusia sejatinya hanyalah bagian dari proses menanam kebaikan.
“Kita ini hanya menanam. Yang menumbuhkan itu Allah. Tugas kita satu: istiqomah.”
Pesan singkat tersebut menjadi penutup yang sarat makna. Bahwa setiap perjuangan dalam mendidik generasi, membangun lembaga, dan mengabdi kepada umat tidak selalu langsung menampakkan hasil. Tugas manusia adalah terus menanam benih-benih kebaikan dengan penuh keikhlasan, sementara Allah SWT yang akan menumbuhkan, menjaga, dan menyempurnakan buah dari setiap amal tersebut pada waktu terbaik menurut-Nya.

