
Kadiv Huda Memberikan Pencerahan dalam Reuni Pekerja Pelayan Toko Abadi Cirebon
Cirebon_ Pada hari Ahad (7/9) Abi Imam panggilan akrab dari Ustadz Imam Nur Suharno memberikan pencerahan kepada eks pekerja pelayan Toko Abadi Cirebon bertempat di rumah Bapak Utsman desa Losari Cirebon.
Setelah 35 tahun berpisah, para pekerja pelayan toko yang pernah bekerja sama kembali bertemu dalam sebuah reuni yang penuh kehangatan. Acara ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenang kembali kenangan lama, membagikan cerita tentang kehidupan masing-masing, dan mempererat tali silaturahmi.
Dalam reuni ini, mereka dapat mengenang kembali saat-saat bekerja bersama, berbagi pengalaman, dan mengatasi tantangan dalam pekerjaan. Mereka juga dapat melihat perubahan yang telah terjadi pada masing-masing orang, baik dari segi penampilan maupun kehidupan pribadi.
Reuni ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk membangun kembali hubungan yang telah terjalin selama ini. Mereka dapat berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing, membahas tentang pekerjaan dan keluarga, serta mempererat tali silaturahmi.
Dalam acara reuni tersebut menghadirkan Ustadz Imam Nur Suharno selaku Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat untuk memberikan pencerahan.
Reuni yang diselenggarakan dengan suasana rileks Ustadz Imam pun menyesuaikan diri dengan mengenakan kaos putih lengan panjang dan bertopi. Dalam perbincangan santai sembari nyeruput kopi Ustadz Imam memulai pencerahannya dengan pantun.
“Lama sudah tak bertemu,
ada terpendam rasa rindu,
rindu waktu seperti dulu,
sama-sama bersikap lugu.”
“Tapi semua sudah berlalu,
kini waktunya tuk mengurai masa lalu,
tertawa bersama dalam haru biru,
seakan hidup tiada benalu.” ujar Kiai Imam disambut tawa para peserta reuni.
Kiai Imam menekankan pentingnya menyambung tali silaturahmi. Dengan silaturahmi kehidupan bertambah berkah, rezeki melimpah dan usia pun bertambah berkah.
Kemudian Ustadz Imam menyampaikan hadis, “Siapa yang suka supaya diluaskan rezekinya dan diakhirkan ajalnya, maka hendaklah menyambung hubungan dengan kerabatnya (bersilaturahim).” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis yang lain, “Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia -bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat- daripada perbuatan zalim dan memutuskan silaturahmi.” (HR Abu Daud).” lanjut Ustadz Imam.
Akhirnya pertemuan reuni ditutup dengan makan bersama dengan menu khas Losari dan bersalaman-salaman.

