
Mengenal Lebih Dekat Kulliyyah Dakwah Islamiyyah, Kampus Dakwah Internasional di Libya
Oleh Aminulloh
Bagi sebagian mahasiswa yang memiliki minat mendalami ilmu keislaman sekaligus merasakan pengalaman belajar di luar negeri, Kulliyyah Dakwah Islamiyyah bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik. Kampus ini dikenal sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa melalui lingkungan internasional dan pengalaman hidup yang beragam.
Sejarah Singkat Kampus
Kulliyyah Dakwah Islamiyyah didirikan pada 1974 berdasarkan SK No. 78 Tahun 1974. Kampus ini berada di bawah naungan Yayasan Jamiah Dakwah Islamiyyah atau World Islamic Call Society (WICS) yang berpusat di Tripoli, Libya.
Sejak awal berdirinya, kampus ini memiliki visi menyebarkan ilmu pengetahuan dan dakwah Islam secara global. Karena itu, Kulliyyah Dakwah Islamiyyah tidak hanya berdiri di Libya, tetapi juga memiliki beberapa cabang di berbagai negara seperti Turki, Indonesia, Lebanon, Benin, Senegal, Chad, dan Britania
Beberapa cabang lain sempat beroperasi di negara lain, seperti Suriah dan Pakistan. Namun cabang di Suriah ditutup setelah terjadinya Revolusi Suriah, sementara cabang di Pakistan berhenti beroperasi pada akhir tahun 1990-an.
Dalam bidang akademik, Kulliyyah Dakwah Islamiyyah memberikan ijazah yang terakreditasi dan diakui oleh Kementerian Pendidikan Libya. Jenjang pendidikan yang tersedia meliputi program sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).
Jenjang Pendidikan
Sebelum memasuki program sarjana, mahasiswa biasanya mengikuti program persiapan bahasa Arab. Program ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan bahasa yang cukup untuk mengikuti perkuliahan. Tahapan pendidikan di kampus ini secara umum terdiri dari: Program Persiapan Bahasa (Dauratullughah, Mahad 1, dan Mahad 2); Program Sarjana (S1); Program Magister (S2); dan Program Doktor (S3).
Sistem perkuliahan di Kulliyyah Dakwah Islamiyyah menggunakan sistem tahun. Untuk program S1, mahasiswa mulai menentukan jurusan atau takhassus pada tahun ketiga. Dua tahun pertama biasanya diisi dengan mata kuliah umum yang menjadi dasar sebelum memasuki bidang keilmuan yang lebih spesifik.
Fakultas dan Jurusan meliuti Qism Dirasat Islamiah (Syariah, Dakwah dan Peradaban); Qism Lughah (Bahasa dan Sastra); dan Qism Ilmi (Ekonomi Islam dan Komputer). Untuk jurusan Ekonomi Islam dan Komputer, mahasiswa sudah mulai focus pada jurusannya sejak tahun pertana.
Program Kejuruan yang Unik
Salah satu hal yang cukup unik dari Kulliyyah Dakwah Islamiyyah adalah adanya kelas tambahan berupa pendidikan kejuruan. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari keterampilan praktis selain ilmu akademik. Menariknya, mahasiswa juga akan mendapatkan ijazah tambahan dari program tersebut.
Beberapa pilihan kejuruan yang tersedia antara lain: Listrik Rumah Elektronik, Mekanik Mobil, Perkayuan, dan Mesin Pendingin.
Fasilitas Beasiswa meliputi Biaya Kuliah; Kitab-Kitab Kuliah; Uang Saku; Asrama; Makan 3 Kali Sehari; dan Tiket Pulang ke Negara Asal
Alur Pendaftaran
Secara umum, proses pendaftaran dilakukan melalui tiga tahapan utama: Pengiriman; berkas; Seleksi berkas; dan Pengumuman hasil seleksi. Informasi terbaru mengenai pendaftaran biasanya juga dapat diikuti melalui media sosial resmi mahasiswa Indonesia di Libya, salah satunya melalui akun Instagram @kkmilibya.
Kesan Belajar di Libya
Belajar di luar negeri tentu membawa pengalaman yang berbeda. Tidak hanya soal akademik, tetapi juga tentang bagaimana seseorang belajar menghadapi berbagai situasi kehidupan. Seperti yang disampaikan oleh Zaki Imamuddin, alumni Kulliyyah Dakwah Islamiyyah lulusan tahun 2015 yang juga sebagai alumni pertama Pondok Pesantren Hunsul Khatimah yang melanjutkan study ke Libya:
“Kuliah di Libya bukan sekadar belajar di kelas, tetapi belajar kehidupan yang lebih kompleks. Di sana kita belajar menghadapi berbagai situasi, bahkan yang paling sulit sekalipun. Jika kita mampu melewatinya, insyaAllah kita akan lebih siap menghadapi ujian kehidupan di masa depan.”

