
ASUPAN GULA BERLEBIHAN MENGGANGGU POLA MAKAN NORMAL
Oleh Arni Purlika
Dunia perkulineran memang seru untuk dibahas. Selalu ada inovasi dan kreatifitas para pelaku ekonomi di bidang kuliner. Mereka terus berusaha mempertahankan produk usahanya untuk mengimbangi persaingan. Sebanding dengan para pecinta kuliner terutama dari kalangan kaum muda. Rasa ingin tahunya selalu ingin mencoba makanan baru. Jenis makanan kekinian yang banyak diminati bukan saja yang mempunyai komposisi gizi yang baik tetapi juga tampilan dan cita rasa yang menarik.
Cita rasa pada makanan identik dengan penambahan bumbu, termasuk dalam hal ini gula, garam dan minyak. Meskipun komponen ini sangat berpengaruh penting dalam menjaga cita rasa makanan, namun penggunaannya harus bijak. Para konsumen harus menyadari bahwa konsumsi makanan yang mengandung tinggi, gula dan minyak secara berlebihan dapat mengakibatkan berbagai penyakit degeneratif.
Dalam peraturan Menkes No 63 Tahun 2015 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji terdapat anjuran konsumsi gula garam dan lemak per orang per hari sebagai berikut; gula maksimal 50 gram setara dengan 4 sendok makan; garam maksimal 5 gram setara dengan 1 sendok teh (2.000 mg); dan lemak maksimal 67 gram setara dengan 5 sendok makan. Untuk mempermudah mengingatnya, bisa dengan pola G4 – G1- L5.
Gula merupakan karbohidrat yang akan menghasilkan tenaga dan energi secara tepat dan mudah. Gula yang paling umum dan banyak ditemukan pada semua bahan makanan sumber karbohidrat. Gula juga ditemukan secara alami dalam makanan seperti buah, sayuran dan susu, walaupun kandungan kalorinya tidak setinggi yang terdapat pada sumber karbohidrat. Sementara pada makanan yang lain kandungan gula didapat melalui proses pengolahan dan pemasakan.
Para ahli gizi memperingatkan bahwa asupan gula yang berlebihan dan konsisten akan mengganggu pola makan normal. Anjuran konsumsi gula sehari setara dengan 4 sendok makan bukan berarti jatah sehari real seperti mengkonsumsi 4 sendok makan gula pasir, namun tanpa disadari nasi, kentang, semangka, brownies, mie, biskuit, soft drink, kripik yang dimakan sehari-hari itu sudah mengandung gula. Ditambah lagi minuman es teh dengan 4 sendok gula pasir.
Jika seperti itu pola makannya dan konsisten dilakukan setiap hari, maka hal ini akan menyebabkan konsumsi kalorinya yang tinggi dan menyebabkan obesitas. Untuk mengurangi resiko komplikasi, nikmati makanan dan minuman dengan tambahan gula secukupnya. Pilihlah sumber bahan pangan yang mengandung gula komplek (seperti nasi merah, kentang, jagung, gandum, oatmeal) lebih sering daripada gula sederhana (seperti gula pasir, kue manis, permen, es krim, kukis, soda, sirop, minuman berenergi).
Selain mengandung zat gizi lain seperti vitamin dan mineral lebih banyak dari karbohidrat sederhana, gula atau kabohidrat komplek terdiri dari molekul gula yang lebih besar dan kandungan seratnya lebih tinggi sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencernanya sehingga membuat rasa kenyang yang lebih lama.
Alasan inilah yang mendasari jika makanan dengan kandungan gula semakin komplek tetapi bisa membantu menjaga berat badan. Sementara itu gula komplek juga merupakan sumber makanan yang ideal untuk orang yang diabetes melitus karena mampu mencegah lonjakan gula darah yang singnifikan setelah makanan. Kondisi gula darah tubuh pun lebih stabil.
Bagi orang yang sehat dengan kadar gula darah normal, dapat mengkonsumsi makanan baik dari bahan makanan sumber gula komplek maupun sederhana tanpa khawatir asal diimbangi dengan gaya hidup sehat dan sering berolahraga. Jika aktifitas gerak seseorang bagus, maka gula komplek dan gula sederhana ini akan diproses dengan baik dalam tubuh. Semoga bermanfaat.

