Kemerdekaan Sejati Bagi Santri

Kemerdekaan Sejati Bagi Santri

Oleh KH Fauzi Muhammad Ali, Lc.

Anak-anakku para santri yang ustadz cintai karena Allah, bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, tetapi lebih dari itu, yaitu terbebas dari belenggu hawa nafsu, syahwat dunia, dan kebodohan yang menghalangi kalian dari jalan Allah. Itulah hakikat kemerdekaan ruhani, yang hanya bisa diraih dengan iman, ilmu dan amal.

Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui tentang kemerdekaan sejati. Pertama, kemerdekaan dalam hidup. Yaitu bebas dari kungkungan hawa nafsu. Imam Ibnul Qayyim berkata: “Kebebasan hakiki adalah bebasnya hati dari perbudakan selain Allah.”

Karena itu, jangan bangga jika tubuh kalian bebas, tapi hati kalian masih terikat dengan cinta dunia. Merdeka bukan berarti bebas berbuat sesuka hati, tetapi mampu menundukkan keinginan kepada kehendak Allah. Karena itu, jadikanlah petunjuk Allah sebagai jalan juang hidup dalam menuntut ilmu.

Kedua, kemerdekaan dalam ibadah. Yaitu mengabdi hanya kepada Allah. Beribadah adalah bentuk kemerdekaan dari penghambaan terhadap makhluk. Saat sujud dalam shalat, itulah saat paling mulia dan paling bebas. Pada saat itulah kalian dekat kepada Rabb. Ibnu Taimiyah berkata: “Seorang hamba tidak akan merdeka sampai ia benar-benar menjadi hamba Allah yang sejati.”

Ketiga, kemerdekaan dalam belajar. Yaitu menuntut ilmu karena mencari ridha Allah SWT. Jangan menjadikan ilmu sebagai alat untuk kemegahan, jabatan, atau pujian manusia. Belajarlah untuk mengangkat kebodohan dari dirimu dan umatmu. Imam Malik pernah berkata: “Belajarlah ilmu untuk kemuliaan dirimu dan untuk memuliakan ilmu, jangan kalian pelajari untuk mencari dunia.”

Anak-anakku para santri, kemerdekaan bukan berarti lepas dari aturan, tetapi tunduk sepenuhnya pada aturan Allah dan taat terhadap peraturan pesantren. Merdeka adalah ketika kalian bangun sebelum fajar, menghafal Al-Qur’an dengan tekun, sabar menuntut ilmu dan jangan sia-siakan waktu kalian.

Wahai anak-anakku para santri yang ustadz cintai karena Allah, bangkitlah, karena kalian bukan santri biasa. Kalian adalah calon ulama, calon pemimpin, calon pencerah zaman. Berkibarlah dengan akhlak mulia, berpijaklah dengan ilmu, dan merdekalah bersama Allah.

Semoga Allah SWT membimbing kalian semua menjadi manusia yang sukses di dunia dan di akhirat dengan penuh ridha Allah SWT. Aamiin.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP