
Kultum: Ramadhan, Kepedulian, dan Cahaya untuk Palestina
Oleh : KH. Fauzi M. Ali, Lc.
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Anak-anakku para santri yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Jika puasa hanya berhenti pada rasa haus dan lapar, maka itu belum sempurna. Ramadhan adalah madrasah hati. Ia mendidik kita untuk menumbuhkan kepedulian.
Saat kita berbuka dengan tenang, dengan hidangan yang Allah mudahkan untuk kita, ingatlah saudara-saudara kita di Palestina. Ada yang berbuka di tengah ujian, di tengah keterbatasan, bahkan di tengah ancaman. Maka jangan sampai hati kita tumpul. Jangan sampai kita terbiasa dengan kenyamanan lalu lupa pada penderitaan saudara kita.
Wahai santri, doamu adalah senjatamu. Kepedulianmu adalah bukti imanmu. Jangan pernah meremehkan doa. Bisa jadi, di sepertiga malam, air mata seorang santri lebih tajam daripada senjata apa pun di dunia ini.
Ramadhan mengajarkan kita sabar. Kita menahan diri dari yang halal demi ketaatan kepada Allah. Tetapi Palestina mengajarkan kita makna sabar yang sesungguhnya — sabar dalam kehilangan, sabar dalam ketakutan, sabar dalam mempertahankan iman.
Maka jadilah generasi santri yang tidak hanya pandai membaca sejarah perjuangan umat, tetapi juga peduli pada perjuangan yang sedang terjadi hari ini. Jangan hanya menghafal ayat-ayat tentang ukhuwah, tetapi hidupkan ukhuwah itu dalam doa dan kepedulian nyata.
Anak-anakku,
Perjuangan tidak selalu dengan teriakan. Perjuangan seringkali hadir dalam keteguhan iman. Dalam istiqamahnya shalat malam. Dalam konsistennya membaca Al-Qur’an. Dalam kesungguhan membayar zakat dan bersedekah.
Di bulan Ramadhan ini, jadikan puasamu sebagai latihan kepedulian.
Jadikan zakat dan sedekahmu sebagai bukti solidaritas.
Dan jadikan doamu sebagai cahaya untuk Palestina.
Semoga Allah menjadikan kita santri yang bukan hanya cerdas akal, tetapi juga hidup hatinya. Bukan hanya kuat hafalannya, tetapi juga luas kepeduliannya.
Wallahu a’lam bishawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

