Menguatkan Kedekatan dengan Al-Qur’an, Ibu-Ibu Pancalang Ikuti Tahsin di HK2

Menguatkan Kedekatan dengan Al-Qur’an, Ibu-Ibu Pancalang Ikuti Tahsin di HK2

Kuningan — Sebanyak kurang lebih 70 ibu-ibu dari wilayah Pancalang dan sekitarnya mengikuti Program Tahsin Al-Qur’an yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 pada Senin–Jumat, 23–27 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat, dan kekhusyukan.

Program tahsin ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang perenungan bagi para peserta untuk memperbaiki makharijul huruf dan tajwid, sekaligus menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam kepada Kalamullah.

Dalam sambutannya saat pembukaan, KH. Fauzi M. Ali, Lc. Mudir HK2 menegaskan bahwa peran ibu dalam keluarga sangatlah besar dan menentukan arah pendidikan anak.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari lisannya anak belajar berbicara, dari sikapnya anak belajar berakhlak, dan dari bacaan Al-Qur’annya anak belajar mencintai Kalamullah,” ungkap beliau.

Beliau juga menekankan bahwa program tahsin bukan sekadar memperbaiki teknis bacaan, melainkan sebuah perjalanan hati.

“Program tahsin ini bukan hanya memperbaiki makharijul huruf dan tajwid, tetapi perjalanan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Setiap huruf yang kita baca, insyaAllah bernilai pahala,” tuturnya.

Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh peserta yang tetap meluangkan waktu di tengah kesibukan rumah tangga.

“Di tengah kesibukan ibu-ibu mengurus keluarga, tetap hadir untuk belajar Al-Qur’an. Ini bukti cinta kepada firman Allah,” tambahnya.

Beliau berharap melalui program ini lahir keluarga-keluarga Qur’ani dari lingkungan HK2.

“Semoga bacaan kita semakin baik, hati kita semakin lembut, dan akhlak kita semakin indah karena Al-Qur’an.”

Pada penutupan kegiatan, peserta kembali diingatkan bahwa selesainya tahsin bukanlah akhir perjalanan.

“Selesainya belajar tahsin bukan akhir, tetapi awal dari kedekatan yang lebih dalam dengan Al-Qur’an. Setiap huruf yang dibaca dengan benar adalah cahaya yang menerangi hati,” disampaikan dalam pesan penutupan.

Belajar tahsin disebut sebagai bukti cinta kepada firman Allah.

“Tidak semua orang mau bersusah payah memperbaiki makhraj dan tajwidnya, dan ibu-ibu telah melewati proses itu dengan penuh kesungguhan.”

Kegiatan boleh berakhir, namun kebersamaan dengan Al-Qur’an tidak pernah selesai.

“Perjalanan tahsin selesai, tapi perjalanan bersama Al-Qur’an tidak pernah usai. Semoga setiap ayat yang kita baca menjadi saksi dan penolong di hari akhir.”

Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia, khususnya ibu-ibu yang merupakan istri pegawai HK2, atas dedikasi dan keikhlasan mereka.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran. Semoga setiap usaha yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” disampaikan dalam penutup kegiatan.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan motivasi.

“Semangat ibu-ibu dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an adalah inspirasi bagi kita semua. Semoga ilmu yang diperoleh membawa keberkahan dan menjadi cahaya dalam kehidupan dunia dan akhirat.”

Program tahsin ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak keluarga Qur’ani di lingkungan Husnul Khotimah Kuningan.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )
WHATSAPP