Muker YHK Kuningan 2025: Ruang Belajar, Refleksi, dan Penguatan Komitmen

Muker YHK Kuningan 2025: Ruang Belajar, Refleksi, dan Penguatan Komitmen

Kuningan — Yayasan Husnul Khotimah (YHK) Kuningan menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Muker) tahunan selama dua hari, pada 23–24 Desember 2025, bertempat di Gedung Darul Arqam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus yayasan, kepala divisi, serta kepala unit di lingkungan Husnul Khotimah sebagai bagian dari upaya memperkuat arah kebijakan lembaga.

Muker tahun ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Menuju YHK Unggul dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berdaya Saing”, yang mencerminkan komitmen yayasan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas pendidikan Islam melalui tata kelola yang profesional dan berkelanjutan.

Pelaksanaan Muker dua hari tersebut meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Ustdzh. Dian Ekawati, M.Pd., Sekretaris Divisi Humas dan Dakwah, menilai Muker berjalan dengan baik, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Diskusi yang berlangsung dinilai mampu memberikan kejelasan arah program sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan amanah yayasan. Ia berharap seluruh hasil Muker dapat diimplementasikan secara konsisten dan dievaluasi secara berkala agar program yayasan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kesan senada disampaikan oleh Ustdzh. Mia Rusmia, M.Pd., Kepala Unit Lembaga Penjamin Mutu. Menurutnya, Muker menjadi forum strategis untuk menyamakan arah dan memperkuat komitmen bersama. Ia menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan serta evaluasi rutin sebagai kunci keberhasilan program yayasan ke depan.

Dari perspektif Kamad MTs HK2, Ust. Ayip Miftahudin, S.Pd., mengungkapkan bahwa Muker menjadi pengalaman yang sangat berharga, khususnya bagi peserta yang tergolong lebih muda. Selain tertib dan terstruktur, Muker menjadi sarana pembelajaran langsung dari para peserta yang lebih berpengalaman dalam berdiskusi dan mengambil keputusan strategis. Ia berharap seluruh hasil Muker dapat ditindaklanjuti dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, disertai monitoring dan evaluasi berkelanjutan demi kemajuan yayasan.

Sementara itu, H. Mustofa, Ph.D., Kepala Unit Klinik Pratama Husnul Khotimah, menyoroti suasana Muker yang berlangsung harmonis dengan sesi tanya jawab yang sehat dan tanpa tekanan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat presenter lebih fokus pada upaya perbaikan kelembagaan. Ia berpesan agar hasil rekomendasi Muker disampaikan secara jelas dan benar-benar diimplementasikan, bukan sekadar bersifat seremonial.

Catatan evaluatif turut disampaikan oleh Ust. Encu Sutisna, S.Pd., Sekretaris Divisi HRD dan Personalia. Ia berharap ke depan pelaksanaan Muker dapat dikemas lebih variatif dan inovatif, termasuk mempertimbangkan lokasi di luar lingkungan Husnul Khotimah agar suasana lebih segar. Selain itu, ia menyoroti perlunya perencanaan anggaran yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan riil setiap divisi serta dinamika kenaikan biaya.

Adapun Ust. Yayat Hidayat, S.Pd., Bendahara Husnul Khotimah 2, memandang Muker sebagai sarana pembelajaran yang berharga. Ia berharap penyajian presentasi ke depan dapat dibuat lebih menarik agar memunculkan motivasi dan inovasi. Ia juga menaruh harapan agar Yayasan Husnul Khotimah terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wali santri dan santri sehingga minat masyarakat terhadap Husnul Khotimah semakin meningkat.

Dari unsur perguruan tinggi, Ust. Hendra Karunia Agustine, Lc., M.H., Wakil Ketua I STISHK, menegaskan bahwa Muker merupakan agenda penting untuk menjaga agar perjalanan Yayasan Husnul Khotimah tetap berada pada jalur yang tepat. Ia mengusulkan agar setiap peserta dibekali dokumen laporan masing-masing divisi sebelum atau saat Muker berlangsung, sehingga masukan dan tanggapan dapat disampaikan berdasarkan data dan pertimbangan yang matang.

Sementara itu, Ust. Agus Al Anshari, S.Pd., Sekretaris Husnul Khotimah 2, menilai Muker berjalan tertib dan memberikan gambaran yang komprehensif terkait evaluasi serta perencanaan program yayasan ke depan. Ia berharap hasil Muker dapat diimplementasikan secara optimal dengan koordinasi dan evaluasi berkelanjutan agar tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai dengan baik.

Beragam kesan dan pesan dari para peserta tersebut menegaskan bahwa Muker Yayasan Husnul Khotimah Kuningan 2025 tidak hanya menjadi forum perencanaan, tetapi juga ruang refleksi, evaluasi, dan penguatan komitmen bersama menuju yayasan yang semakin unggul, profesional, dan berdaya saing.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP