Pontren Husnul Khotimah Gelar Muhadhoroh Kubro Tiga Bahasa

Pontren Husnul Khotimah Gelar Muhadhoroh Kubro Tiga Bahasa

KUNINGAN — Organisasi Santri Husnul Khotimah (OSHK) Bidang Bahasa sukses menyelenggarakan kegiatan Muhadhoroh jama’i perdana pada Kamis (3/9/2026) selepas waktu Isya. Acara yang bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Usamah bin Zaid, Pondok Pesantren Husnul Khotimah ini secara khusus dihadiri oleh para santri kelas 7 MTs dan kelas 10 MA.

Sebagai wadah pengembangan minat dan bakat, acara ini menampilkan kemampuan para santri dalam berpidato menggunakan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Selain adu kemampuan retorika, agenda muhadhoroh turut disemarakkan dengan pemutaran film bahasa, penampilan pembacaan puisi oleh para santri, serta berbagai pementasan hiburan.

Kepala Urusan (Kaur) Bahasa, Ustadz Muhammad Arifin, Lc., dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan langkah awal dari agenda muhadhoroh yang akan rutin dilaksanakan setiap malam Jumat. Beliau berharap kegiatan tersebut menjadi contoh penyemangat yang membanggakan bagi seluruh santri.

“Semoga kita yang hadir bisa menjadikan acara ini sebagai inspirasi besar untuk rajin belajar, berorganisasi, dan berani berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris. Muhahloroh ini menjadi pemicu utama budaya berbahasa di Husnul Khotimah,” ujar Ustadz Arifin. Ia juga menegaskan bahwa OSHK Bahasa hadir sebagai partner santri dalam seluruh kegiatan berbahasa di pondok.

Di hadapan para santri baru, Ustadz Arifin menitipkan dua pesan penting mengenai sikap yang harus dibangun dalam hubungan OSHK dan Santri:

Hubungan berlandaskan kasih sayang: Hubungan dengan kakak kelas atau pengurus OSHK harus dilandasi kasih sayang, di mana OSHK berperan memberikan keteladanan serta inspirasi belajar bagi adik-adik kelasnya.

Hubungan saling menghargai (respect): Interaksi antar santri maupun dengan pengurus OSHK harus dibangun di atas dasar rasa saling menghormati satu sama lain.

Menutup sambutannya, Ustadz Arifin mengutip hadis nabi yang berbunyi, “Laisa minna man lam yarham shaghirana wa yuwaqqir kabirana” (Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi orang yang lebih muda dan tidak menghormati orang yang lebih tua). Melalui Muhadhoroh jama’i ini, diharapkan santri Husnul Khotimah tidak hanya cakap dalam berbahasa, tetapi juga mampu menjadi generasi yang penuh respek, saling menyayangi, dan berjiwa melayani.

Apresiasi senada juga datang dari Pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kiai Mulyadin, Lc., M.H. Beliau menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas terselenggaranya acara tersebut, sekaligus mengapresiasi dedikasi jajaran asatidz dan OSHK Bidang Bahasa. Menurutnya, antusiasme serta keberanian santri baru dalam menampilkan pidato tiga bahasa, puisi, hingga pemutaran film edukasi menjadi bukti nyata besarnya potensi yang mereka miliki. Beliau menegaskan bahwa penguasaan bahasa adalah kunci membuka jendela dunia sekaligus bekal penting bagi santri untuk menjadi warga global yang cakap berkomunikasi lisan dan tulisan.

Meski memuji kecakapan retorika para santri, Kiai Mulyadin mengingatkan bahwa kemampuan tersebut harus selalu dibingkai dengan akhlakul karimah. Beliau sangat mendukung pesan moral tentang kasih sayang dan rasa saling menghargai (respek) yang ditekankan dalam muhadhoroh ini, karena hal tersebut merupakan ruh sejati pendidikan berasrama. Pimpinan pondok berharap kegiatan ini dapat berjalan istiqamah, serta menjadi kawah candradimuka yang melahirkan da’i-da’i muda berwawasan luas yang fasih berbahasa, namun tetap tawadhu dan berhati lembut.

 

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp