
Jangan Biarkan ‘Mager’ Menghancurkan Kita
Oleh Encu Sutisna
Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR Muslim).
Satu persatu saudara dan sahabat kita di pesantren dipanggil menghadap Allah SWT. Selain sudah takdir Ilahi, di luar itu ada hal yang perlu kita cermati. Sebagian besar dipanggil dalam keadaan sakit yang berhubungan dengan penyumbatan pembuluh darah. Tentunya ini bukan suatu kebetulan.
Jika kita amati sesungguhnya ada hal lain yang selama ini terabaikan. Tubuh kita ini terdiri dari jasmani, ruhani dan otak/pikiran, Ketiganya memerlukan asupan yang seimbang. Jasmani perlu asupan makanan dan minuman sebagai nutrisi, dan untuk menjaga agar badan kita tetap fit adalah dengan rutin berolahraga.
Ruhani juga demikian, memerlukan asupan nutrisi yang tepat untuk keseimbangan. Salah satunya dengan kita beribadah untuk taqarrub ilallah. Agar ruhani tetap sehat kita dianjurkan untuk ngecarghe ruhani dengan banyak beribadah, baik itu yang wajib lima waktu, ataupun ibadah-ibadah sunnah seperti, Dhuha, Tahajud, Hajat, dan Taubat.
Selain jasmani dan ruhani, manusia adalah makhluk Allah yang diberikan akal dan pikiran, 24 jam sehari otak dan pikiran kita bekerja tanpa henti, kecuali saat sedang tidur, kita benar-benar beristirahat. Setelah seharian bekerja, apalagi yang berhubungan dengan angka dan angka, yang mengharuskan ketelitian tingkat tinggi. Asupan/nutrisi otak adalah dengan banyak membaca, baik itu membaca Al-Qur’an, ataupun kitab-kitab tauhid, hadis, dzikrulah, sholawat dan yang lainnya.
Ketiganya yaitu jasmani, ruhani dan otak/fikiran memerlukan waktu yang cukup untuk rehat. Pikiran kita memerlukan rehat alias refresing. Salah satunya bisa dengan camping, hiking, taddabur alam, dan rihlah. Hal ini yang sering kita anggap sepele padahal sangat penting untuk merefresh otak dan pikiran kita.
Beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk pencegahan terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sehingga kita tetap sehat dan bugar dan mampu bekerja secara maksimal. Di antaranya adalah, pertama, program penyuluhan kesehatan secara berkala kepada seluruh SDM dan civitas HK tentang pola hidup sehat dan bersih.
Kedua, penyuluhan beberapa penyakit khusus yang menempati urutan prioritas dari berbagai jenis penyakit yang mematikan di Indonesia, dengn cara mengenali gejala serta cara pencegahan dan pengobatannya.
Ketiga, penyuluhan tentang makanan dan minuman yang aman dikonsumsi dan yang sebaiknya tidak dikonsumsi untuk kesehatan. You are what you eat, Anda adalah apa yang Anda makan. Artinya, apa yang masuk ke dalam perutmu itu yang akan membentuk tubuhmu.
Keempat, mengolahragakan SDM dengan menyelenggarakan olahraga bersama seperti senam, jalan bareng, dan renang dengan hari yang ditetapkan sebagai hari olahraga serta dievaluasi secara masif, terukur dan terstruktur.
Kelima, membuat “sport centre” untuk menjaga kebugaran SDM di sela waktu istirahat dan jam kosong tidak mengajar bagi guru.
Akhirnya, semua bermuara kepada satu hal yang kebanyakan kita dihinggapi penyakit “MAGER” alias malas gerak. Maunya diam, rebahan terjebak rutinitas harian yang lumayan padat dari bangun tidur sampai mau tidur lagi.
Selain itu, ada satu doa manjur yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan penyakit mager yaitu “Allahuma paksakeun” alias memang kita harus menyempatkan diri untuk ikhtiar menjemput kesehatan dan kebugaran tubuh kita dengan berolahraga. Buktikan!

