
Qowiyyul Jismi: Kunci Kesuksesan Santri di Jalan Allah
Oleh KH Fauzi Muhammad Ali, Lc
Menjadi santri bukan hanya tentang menghafal kitab dan mempelajari ilmu agama, tapi juga tentang menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Rasulullah SAW bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Kekuatan yang dimaksud bukan hanya kekuatan iman saja, tetapi juga kekuatan fisik yang menopang amal kebaikan.
Sebagai santri, kita harus menjaga qowiyyul jismi (قوي الجسم) – memiliki jasmani yang kuat. Ini berarti kita harus: menjaga pola makan yang baik, hindari makanan yang banyak mengandung lemak, ber micin, kepedasan, dan minuman yang bersoda; berolahraga agar tubuh tetap kuat, mulai dari jalan kaki, lari pagi, dan lain-lain; menjaga kebersihan, termasuk kebersihan kamar, kelas, dan kebersihan anggota tubuh kita; dan beristirahat dengan cukup, hindari bergadang yang tidak ada manfaatnya, ikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pesantren untuk beristirahat yang cukup.
Tubuh yang sehat akan melahirkan semangat belajar yang tinggi, ibadah yang khusyuk, dan jiwa yang tangguh. Ingatlah wahai para santri, kelak kalian akan menjadi penerang masyarakat, kalian akan berdakwah, mengajar, memimpin, dan melayani umat. Semua itu membutuhkan fisik yang kuat, hati yang ikhlas, dan ilmu yang bermanfaat.
Jadilah santri yang qowiyyul jismi: kuat langkahnya menuju masjid; kuat duduknya di majelis ilmu; kuat semangatnya membaca dan menghafal Al-Qur’an, dan kuat perjuangannya untuk agama.
Karena tubuh yang sehat dan kuat, apabila digunakan untuk kebaikan, akan menjadi kendaraan menuju ridha Allah SWT. Aamiin.

