PWS Kelas XII MA Husnul Khotimah Perkuat Sinergi Orang Tua dan Pesantren

PWS Kelas XII MA Husnul Khotimah Perkuat Sinergi Orang Tua dan Pesantren

KUNINGAN — Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan menggelar Pertemuan Wali Santri (PWS) Kelas XII dengan tema “Eratkan Silaturahmi, Kolaborasi Mewujudkan Generasi Rabbani.” Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara pesantren dan orang tua dalam mendampingi santri menghadapi fase akhir pendidikan.

Pertemuan diisi dengan penyampaian perkembangan santri, persiapan menuju perguruan tinggi, target kepesantrenan, serta evaluasi akademik dan kedisiplinan.

Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al-Hafizh, mengajak para wali santri untuk terus mengiringi perjalanan putra-putri mereka dengan doa.

“Setelah qiyamul lail, setelah salat lima waktu, kami sangat yakin doa yang dipanjatkan Ayah Bunda insyaallah akan mustajab didengar oleh Allah SWT untuk kesalehan dan kemaslahatan putra-putri Ayah Bunda,” tuturnya.

Kelas XII, Fase Kritis

Mudir Mahad Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H. menyampaikan bahwa kelas XII merupakan fase transisi yang sangat penting. Santri sedang berada di gerbang akhir pendidikan pesantren sekaligus mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi dan kehidupan berikutnya.
Menurutnya, pada fase ini santri membutuhkan pendampingan yang lebih kuat dari pesantren dan keluarga.

“Ini masa-masa krusial buat anak-anak kita. Dibutuhkan kehadiran lembaga dan orang tua yang tanpa syarat untuk terus mendampingi, menguatkan, memotivasi, dan mengarahkan hidup mereka,” ujarnya.

Ia mengibaratkan santri seperti seorang atlet yang mendekati garis finis. Semakin dekat dengan garis akhir, semangat dan motivasi justru harus semakin ditingkatkan.

“Di menjelang garis finis, dia semakin kencang. Maka di sini butuh motivasi dari para ustadz dan ustadzah, serta pemberi semangat luar biasa, yaitu Ayah dan Bunda,” katanya.

Target 80 Persen ke PTN dan PTLN

Dalam sesi progress report, Kepala MA Husnul Khotimah, Ust. Danni Abdurahman, M.Pd. menyampaikan perkembangan program dan persiapan santri menuju perguruan tinggi.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra), madrasah memiliki target menghantarkan lulusan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN). Target tersebut meningkat dari 75 persen pada 2024 hingga 80 persen pada 2026.

Untuk mendukung target tersebut, madrasah menjalankan berbagai program, seperti Roadshow Kampus, kunjungan alumni, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta upgrading guru bimbingan belajar.

Program belajar juga diperkuat melalui tutor sebaya. Para tutor mendapatkan pembekalan dari tenaga bimbingan belajar dan ustaz sebelum mendampingi teman-temannya. Program ini dilaksanakan empat kali dalam sepekan.

168 Santri Capai Target 5 Juz dan 42 Hadis

Selain akademik, target kepesantrenan menjadi bagian penting dalam persiapan kelulusan.

Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 168 santri telah menyelesaikan target lima juz Al-Qur’an dan 42 hadis. Namun, masih terdapat sejumlah santri yang perlu meningkatkan kesungguhan dalam menyelesaikan target tersebut.

“Khususnya santri putra, masih ada yang prokrastinasi, masih menunda. Ada beberapa kelas yang persentasenya di bawah 40 persen. Ini menjadi PR kita semuanya,” jelas Kepala Madrasah.

Orang tua diharapkan ikut mengingatkan dan mengawal putra-putri mereka agar target tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.
Madrasah juga mengingatkan agar hasil tryout tidak dijadikan ukuran mutlak kemampuan santri. Pendampingan perlu dilakukan secara proporsional agar santri tetap termotivasi tanpa mendapatkan tekanan berlebihan.

Tiga Syarat Kelulusan

Dalam progress report, Kepala Madrasah menegaskan tiga syarat kelulusan yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu:
Lulus ujian pondok dan asesmen madrasah.

Lulus ujian kurikulum kepesantrenan, termasuk target lima juz Al-Qur’an dan 42 hadis.
Poin pelanggaran di bawah 50.

Aspek kedisiplinan menjadi perhatian karena masih ditemukan sejumlah pelanggaran pada fase akhir pendidikan. Karena itu, pesantren mengajak orang tua bersama-sama mengawal perilaku dan kedisiplinan santri hingga mereka menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan PWS juga diisi dengan penampilan santri kelas XII, sesi diskusi dan tanya jawab, serta lelang wakaf kaligrafi yang hasilnya akan dimanfaatkan untuk kegiatan positif angkatan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan pertemuan wali santri bersama wali kelas untuk membahas perkembangan putra-putri mereka secara lebih rinci.

Melalui PWS ini, Pontren Husnul Khotimah menegaskan pentingnya kolaborasi antara pesantren dan keluarga. Pesantren membimbing, orang tua menguatkan, dan santri berjuang, agar mereka mampu menuntaskan pendidikan dan melangkah menuju masa depan sebagai generasi Rabbani yang berilmu, berprestasi, dan berakhlak.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp